Kabid Papkis, H. Naharudin : EMIS Jawaban Kebutuhan Data dan Informasi

Kabid Papkis, H. Naharudin : EMIS Jawaban Kebutuhan Data dan Informasi

Bukittinggi, Humas--Tantangan di era digital ini, sangat mustahil bisa memberikan pelayanan yang baik tanpa melakukan transformasi manajemen data dan informasi yang baik pula. Pelayanan umat di bidang agama dan keagamaan tidak bisa lagi mengandalkan data yang ‘basi’ atau kadaluwarsa (out of date), lambat, dan parsial, melainkan harus termutakhirkan (update), cepat, dan terintegrasi. Kemajuan teknologi informasi, komputasi, otomasi, dan robotisasi harus dijadikan momentum berbenah diri untuk memberikan pelayanan umat yang lebih cepat, akurat, dan memuaskan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, H. Naharudin saat membuka kegiatan Pembinaan Pengelola Data EMIS Pondok Pesantren Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022 Angkatan II bertempat di Hotel Campago Bukittinggi, Kamis (29/09).

Dijelaskannya lagi, "Di era disrupsi teknologi ini, kunci sukses program pelayanan Kemenag akan sangat dipengaruhi oleh sedetil apa penguasaan kita terhadap data, dan seefisien apa kita mengelolanya baik itu data kebutuhan umat, data tenaga pendidik, data tenaga kependidikan, data peserta didik, data lembaga pendidikan, data rumah ibadah, data pemangku kepentingan Kemenag, semuanya harus terintegrasi dan mudah diakses dengan satu jari."

"Saya memiliki keyakinan bahwa program-program pelayanan Kemenag akan lebih cepat dan efisien serta berdampak besar bagi umat jika kita bisa mengintegrasikan aset data kita yang volumenya sangat besar (big data)," ujarnya.

"Transformasi layanan menjadi elemen penting bagi Kementerian Agama dalam menghadapai Era Society 5.0 dengan integrasi data, kita sesungguhnya juga sedang membangun data bersama. Data yang disusun oleh satu satker, bukan berarti milik satker yang bersangkutan, melainkan data bersama, dan karenanya harus dibagi untuk semua," jelasnya lagi.

Lebih lanjut dijelaskannya, "Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memerintahkan jajarannya untuk mengintegrasikan aplikasi yang terkait dengan Pendidikan Islam pada kementerian Agama dengan EMIS. 

Hal ini terbukti dengan penggunakan Aplikasi SIMBA untuk pengajuan bantuan bagi lembaga, SIKAP aplikasi pengajuan bantuan bagi perorangan, Sispena sebagai aplikasi akreditasi dan aplikasi aplikasi lainnya sudah terintegrasi dengan EMIS."

"EMIS merupakan jawaban atas oleh kebutuhan data dan informasi tentang lembaga-lembaga pendidikan Islam dan lembaga-lembaga lainnya dibawah Ditjen Pendidikan Islam, yakni kebutuhan untuk data dukung di DPR-RI , Bappenas, Kementerian Keuangan, dan lembaga pemerintah lainnya yang berkaitan dan berkepentingan untuk pembangunan dan pengembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia, terutama untuk memberikan gambaran lebih jelas, tepat dan akurat serta dapat meyakinkan anggota DPR, Bappenas dan Kementerian serta lembaga-lembaga Pemerintah lainnya agar dapat membantu dan mengupayakan pengembangan dan pembangunan lembaga-lembaga pendidikan Islam, hingga dapat benar-benar sejajar dengan pendidikan umum, yang lebih dulu mendapat dukungan dari pemerintah," tambah H. Naharudin.

Disampaikannya juga bahwa data bersifat dinamis, selalu berubah-rubah seiring perkembangan waktu. 

"Untuk itu kami minta kepada peran aktif dari bapak-bapak dan ibu-ibu agar berkontribusi penuh terhadap dukukungan prgram-program pada Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam terkait Pondok Pesantren dan Ma’had Aly, Pendidikan Agama Islam tingkat Dasar dan Menengah, MDT dan TPQ dan Pendidikan Diniyah, Kesetaraan dan Sisfo PAPKIS," imbau H. Naharudin diakhir sambutannya. [DW]