Kabag TU, Miswan: Kekuatan Suatu Bangsa Sangat Dipengaruhi  Kekuatan Keluarga

Kabag TU, Miswan: Kekuatan Suatu Bangsa Sangat Dipengaruhi  Kekuatan Keluarga
Kabag TU, Miswan: Kekuatan Suatu Bangsa Sangat Dipengaruhi  Kekuatan Keluarga

Padang, Humas--Berbicara tentang ketahanan keluarga, itu berasal dari keluarga itu sendiri. Keluarga merupakan komponen terkecil yang harus kuat sebagai barometer untuk kekuatan-kekuatan berikutnya.

Begitu ungkapan yang disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat  diwakili Kepala Bagian Tata Usaha dalam Rapat Koordinasi, Evaluasi Program Keluarga Sakinah, Rabu malam (29/9) di Axana Hotel.

Turut hadir SubKoordinator Yosef Chairul, Syafalmart dan Yasril, JFT dan JFU pada Bidang Urais. Kegiatan ini menghadirkan 40 peserta dari Kasi Bimas Islam dan Kepala KUA kabupaten kota.

Dikatakan Kabag TU, Keluarga yang kuat merupakan salahsatu fondasi terpenting dalam pembangunan sumber daya manusia sesuai cita-cita luhur bangsa. Kekuatan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh kekuatan keluarga.

“Kekuatan dan masa depan suatu bangsa sangat dipengaruhi kekuatan keluarga. Karena itulah, membangun ketahanan keluarga yang kokoh dan tangguh merupakan kebutuhan mendasar suatu bangsa. Hal ini sejalan dengan agenda prioritas pembangunan yang disebut dalam Nawa Cita yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia,” ungkapnya.

Ketahanan keluarga adalah kondisi dinamika suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan. Mengandung kemampuan fisik, material dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri. Mengembangkan diri dan keluarganya untuk mencapai keadaan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan lahir dan batin.

“Komponen ketahanan keluarga itu kata Kabag diantaranya keutuhan keluarga, loyalitas dan kerjasama dalam keluarga. Ikatan emosi yang kuat, saling menghormati antar anggota keluarga. Fleksibilitas dalam melaksanakan peran keluarga dan  emampuan pengasuhan anak serta komunikasi yang efektif,” jelas Kabag.

Kenapa keluarga sekarang banyak yang rapuh?, menurut Kabag TU diantara penyebabnya adalah faktor ekonomi, dan kurangnya keharmonisan suami istri. Tentu hal ini bisa diatasi dengan Bimbingan Perkawaninan (Bimwin).

“Apalagi saat ini sudah ada bimbingan Perkawinan berbasis masjid salahsatu program Prokes (Program Revitalisasi Khazanah Surau. Dengan Bimwin berbasis masjid ini jemput bola ke masyarakat. Tidak saja menunggu calon pengantin atau remaja usia nikah datang ke kantor baru diberikan bimbingan),” ulas Kabag TU

Di akhir arahannya, Kabag TU menjelaskan masalah perkawinan dan keluarga yang banyak terjadi saat ini adalah kasus perceraian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), nikah siri, perkawinan anak, pergerseran peran akibat industrialisasi dan permasalah ekonomi.

Kegiatan ini menghadirkan 40 peserta terdiri dari Kasi Bimas Islam dan KUA se Sumatera Barat. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari 28 sd 29 September di Hotel Axana. RinaRisna