Tutup Pembinaan Pengelola Emis Angkatan II, Efrian : Emis Ibarat Pintu Masuk Sebuah Rumah

Tutup Pembinaan Pengelola Emis Angkatan II, Efrian : Emis Ibarat Pintu Masuk Sebuah Rumah

Bukittinggi, Humas--Setelah praktek langsung cara penginputan dan di bahas  secarat tuntas oleh narasumber yang ahli dalam bidang IT serta pengEmisan. Kegiatan yang hanya digelar sehari penuh ini (fullday) resmi ditutup Kabid Papkis diwakili oleh Subkoordinator Seksi Pendidikan Diniyah, Kesetaraan dan Sistem Informasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Efrian. 

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari di Hotel Cimpago Bukittinggi ini dibagi atas 3 angkatan dimana masing masing angkatan menghadirkan 30 peserta yang terdiri dari Operator Emis Pondok Pesantren dan Operator Emis Pontren Kemenag Kabupaten Kota uang berbeda setiap angkatannya. 

"Untuk peserta, kami lebih mengutamakan kepada operator yang update datanya belum lengkap pada semester sebelumnya, semester genap di 2021/2022," ujar Efrian. 

Lebih lanjut disampaikan Efrian, ada beberapa Pondok Pesantren yanh tingkat kepeduliannya terhadap data sangatlah minim padahal dari data emis ini awal pengajuan proposal untuk bantuan bantuan. 

"Emis itu diibaratkan pintu masuk dari sebuah rumah yang didalamnya ada kamar kamar dimana proposal bantuan bapak ibu akan di arahkan, contohnya ke aplikasi Simba kah atau aplikasi Sikap, jika Emisnya lengkap maka baru bisa proposal tersebut di input ke Simba dan Sikap tersebut," terang Efrian lagi. 

Efrian juga mengimbau kepada Operator Pontren Kan Kemenag Kabupaten Kota agar dapat update data MDT dan TPQ dilengkapi. 

"Mungkin solusi yang bisa kita lakukan adalah dengan memberdayakan penyuluh honorer di setiap Kecamatan untuk inputa data, maka jalin kordinasi dan kerjasama yang baik," ujarnya.

Terakhir penutupan Subkor Seksi Pendidikan Diniyah, Kesetaraan dan Sistem Informasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat ini mengingatkan bahwa sifat data itu dinamis, maka kita harus saling bersinergi untuk pemutakhiran data.

"Semoga setelah mengikuti pembinaan ini semua data bisa terupdate lengkap sehingga bisa membantu lembaga kita dalam penentuan memberikan bantuan ke Pondok Pesantren serta mempermudah mengambil kebijakan," usai Efrian menutup rangkaian kegiatan pembinaan tersebut. [DW]