Hebat, Peserta Cerdas Cermat Sumbar Ungguli Babak Penyisihan dengan Nilai Fantastis

Hebat, Peserta Cerdas Cermat Sumbar Ungguli Babak Penyisihan dengan Nilai Fantastis
Hebat, Peserta Cerdas Cermat Sumbar Ungguli Babak Penyisihan dengan Nilai Fantastis

Bandung, Humas-- Perlombaan di masing-masing cabang pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Nasional, Jumat (2/12) masih berlangsung sengit. Terutama pada cabang cerdas cermat, kontingen Sumbar berhasil memimpin dengan nilai tertinggi.

Pertandingan babak penyisihan ini disaksikan langsung Kakanwil Kemenag Sumbar diwakili Kepala Bidang Papkis, Naharuddin bersama istri Ny. Os Naharuddin, Ketua FKDT Sumbar, Firdaus Gani, ofisial, pelatih dan pendamping kabupaten kota.

Luar biasanya, kontingen Sumatera Barat berhasil memimpin dengan nilai tertinggi 1.650 disusul Kepri dengan nilai 1250. Sementara Sumatera Utara harus puas dengan nilai 700 dan Kalimantan Barat 200.

Dari pantauan di lapangan dibabak awak untuk soal jawaban, nilai Sumbar dan Kepri kejar kejaran dan beda tipis. 1.250 poin Sumbar dengan 3 soal lemparan dan 1.300 Kepulauan Riau (Kepri) karena Kepri dapat 4 soal lemparan.

Namun pada babak rebutan Tim Sumatera Barat (regu B) berhasil merebut 4 (empat) soal dan Kepri 2 (dua) soal. Ada satu soal yang jawabannya salah sehingga harus dikurangi 50 poin.

Air mata tak terbendung saat dewan juri mengumumkan Sumbar yang beranggotakan
Ahmad Raziq Efendi sebagai juru bicara, Naimatul Azizah  dan Najmah Khalilah unggul dan berhak melaju ke babak semi final.

Kepala Bidang sangat bangga dan bahagia melihat kehebatan santri diniyah ini dalam menjawab soal persoal yang diakui dewan hakim termasuk sulit. Namun kontingen Sumbar berhasil menyelesaikan dengan baik dan berhak melaju ke babak semi final esok hari.

"Kita salut dengan wawasan anak-anak kita Sumatra Barat yang kemampuanny sudah melebihi usia mereka. Karena soalnya cukup sulit untuk usia mereka. Terutama tentang Alquran dan hadis," ungkap Kabid Papkis.

Ini semua kata Naharuddin, tak lepas dari binaan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Sumatera Barat dan kabupaten kota. "Kita berikan apresiasi kepada seluruh pengurus FKDT, guru serta pengurus MDT," kata Kabid.

Sementara untuk cabang lomba lain juga tak kalah menarik perhatian pidado bahasa Indonesia dan bahasa arab mampu menghopnotis dewan juri dan penonton. Begitu juga tahfiz 30 juz yang melantunkan Alquran dengan sangta merdu.

Hingga berita ini diterbitkan sedang berlangsung pertandingan bulu tangkis dan tenis meja. Rinarisna