Padang, Humas - Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya untuk tetap membersamai pendidikan diniyah di tengah keterbatasan anggaran. Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Provinsi Sumatera Barat dengan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, Selasa (10/2/2026).
Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Kakanwil itu dipimpin langsung Ketua FKDT Sumbar, Firdaus Gani, bersama joajaran pengurus FKDT serta pejabat terkait di lingkungan Kanwil Kemenag Sumbar. Dalam pertemuan tersebut, FKDT menyampaikan sejumlah program yang sedang dan akan dijalankan, sekaligus meminta arahan dan dukungan Kementerian Agama sebagai mitra utama.
Firdaus menyampaikan, program yang paling dekat adalah pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah atau Porsadin. Ia berharap Porsadin tetap berjalan dan pada 2026 bisa dilengkapi dengan mekanisme seleksi yang lebih rapi, termasuk solusi atas persoalan daerah yang menjadi tuan rumah. Menurutnya, FKDT terbuka dengan alternatif lain agar kegiatan tetap terlaksana tanpa membebani satu pihak.
Selain Porsadin, FKDT juga menyoroti penguatan organisasi di tingkat daerah. Firdaus mengungkapkan masih ada pengurus DPC kabupaten dan kota yang belum terbentuk atau belum berjalan optimal. Ia berharap Kakanwil Kemenag Sumbar dapat mendorong kepala kantor Kemenag kabupaten dan kota untuk melakukan evaluasi, sekaligus memastikan setiap kecamatan memiliki DPC FKDT yang terhubung dengan KUA setempat.
Dalam audiensi itu, Firdaus juga mengingatkan bahwa FKDT Sumbar sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi pada September lalu, yang salah satu hasilnya adalah peluncuran Koperasi Syariah FKDT Sumbar. Ke depan, FKDT juga berencana membentuk tim perumusan akreditasi pendidikan diniyah untuk wilayah Sumatera Barat.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, mengapresiasi langkah FKDT yang dinilainya tetap bergerak meski dihadapkan pada situasi efisiensi anggaran. Ia menyebut FKDT sebagai organisasi keagamaan yang memiliki peran langsung di tengah masyarakat dan berada dalam naungan Kementerian Agama.
Mustafa mendorong pengurus FKDT di tingkat kabupaten dan kota untuk aktif menjalin audiensi dengan kantor Kemenag setempat dan pemerintah daerah, khususnya bagian kesejahteraan rakyat. Ia juga menyarankan agar FKDT mulai memetakan mitra lain yang memungkinkan untuk diajak bekerja sama, termasuk donatur dan organisasi filantropi yang memiliki perhatian pada pendidikan keagamaan.
Terkait Porsadin tingkat provinsi, Mustafa menyambut baik rencana menjadikan Kota Padang sebagai tuan rumah, dengan catatan disiapkan perencanaan yang matang, termasuk opsi seleksi dan skema pendukung lainnya. Ia juga menegaskan kesiapan Kanwil Kemenag Sumbar untuk membersamai proses pemberangkatan peserta ke tingkat nasional melalui sinergi dengan kantor Kemenag daerah.
Di akhir pertemuan, Mustafa menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang terus terjaga antara FKDT dan Kementerian Agama. Menurutnya, program-program FKDT bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga perlu dikelola bersama agar manfaatnya benar-benar terasa.
Audiensi ini turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, Joben, Ketua Tim Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Alquran Muslimah, Ketua Tim PAI PAUD dan Dasar Indra Gunawan, serta jajaran pengurus FKDT Sumbar, di antaranya Wakil Ketua Nasri, Bendahara Johardi, dan Wakil Bendahara Sastra Rita.