Sepuluh Karya Terbaik Lolos Nominasi KFPI Tingkat Sumatera Barat

Bukittinggi, Humas—Proses penilaian dan penjurian Kompetisi Film Pendek Islami  sudah memasuki puncak. Setelah melakukan diskusi yang cukup alot, dewan juri menetapkan 10 (sepuluh) karya film sebagai nominasi.

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) diwakili Ketua Tim Kerja Seni Budaya Islam, Musabaqah dan Alquran Hadis, Afrizal mengatakan nominator terbaik ini akan dihadirkan dalam acara penganugerahan yang akan dilaksanakan malam ini.

“Alhamdulillah setelah diakukan penilaian oleh dewan juri, kita sudah mendapat sepuluh karya film yang akan dinilai kembali untuk ditetapkan sebagai pemenang. Dari 46 karya yang masuk sudah dinilai sesuai juknis,”  ungkap Afrizal.

Dikatakan Afrizal, penilaian dan penjurian yang dilakukan dewan juri cukup ketat, karena sebagian besar film memiliki kualitas yang cukup bagus, baik dari ide cerita, pesan yang disampaikan dan kualitas audio visual.

"Potensi film di Sumatra Barat cukup baik, sehingga ada beberapa film yang nilainya tidak terlalu jauh berbeda. Ini menunjukkan para penggiat film di Sumatera Barat bisa berpacu menghasilkan karya terbaik," jelas Afrizal.

Sementara itu, Rizieq Amanullah sebagai LO pusat untuk Sumatera Barat sekaligus pemandu jalannya kompetisi mengatakan bahwa iven kali ini bergenree dokumenter.

"Dokumentar ini, bagaimana para peserta atau produser mengangkat sebuah peristiwa yang benar-benar nyata terjadi di masyarakat. Untuk saat ini temanya, agama, budaya dan kerukunan berbangsa," kata Rieziq.

Sebagai evaluasi lanjut Rizieq, untuk iven yang akan datang peserta sebaiknya lebih membaca juknis. Karena ada satu atau dua peserta yang mengirimkan karya film bergenre selain dokumenter.

Berikut 10 karya terbaik yang masuk nominasi Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) tingkat Provinsi Sumatera Barat:

1. Sumpah  Satie Marapalam karya Alfath asal Kabupaten Agam

2. Nagari Tuo Pariangan karya Andreas Perdana asal Kata Padangpanjang

3. Pusako karya Ezzah Tanisa asal Kabupaten Limapuluh Kata

4. Moderasi di Rumah Gadang karya Muhammad Fajri asal Kata Kata Payakumbuh

5. Harmoni Tarwih 820 karya Muhammad Firdaus asal Kata Padang

6. Babaliak ka Surau karya Muhammad Reihan asal Kabupaten Solok

7 . Batu Angkek Sejarah tak Bertepi karya Poppy Novita  asal Kabupaten Tanah Datar

8. Sejarah Istano Batu Basa Pagaruyung karya Riri Awalia Apersa asal Kab. Tanah Datar

9. Surau Gadang karya Wafdan Sahenkofa asal Kabupaten Solok Selatan

10. Syeikh Surau Baru  Batusangka karya Wahyu Prima Nelga asal Kata Padang.
Rinarisna


Editor: -
Fotografer: -