PADANG, Humas - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur di Lingkungannya.
Hal ini mengemuka dalam audiensi Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang terkait tindak lanjut penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dilakukan pada November lalu, yang disambut langsung Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Hendri Pani Dias, di Ruang Kerja Kakanwil, Senin (19/1/2026).
Audiensi tersebut membahas peluang kerja sama konkret melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang ditawarkan Unitas sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi swasta dalam peningkatan kapasitas SDM di Sumatera Barat, khususnya bagi aparatur di lingkungan Kementerian Agama.
Program RPL memungkinkan pengalaman kerja dikonversi menjadi mata kuliah, sehingga memberi akselerasi penyelesaian studi sarjana bagi pegawai yang telah lama bekerja namun belum memiliki kualifikasi akademik yang sesuai.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Hesti Mayasari, menjelaskan bahwa melalui skema RPL, peserta dapat menempuh pendidikan sarjana dengan minimal pengakuan 55 satuan kredit semester (SKS). Program ini menargetkan penyelesaian studi selama dua tahun bagi lulusan SMA dan sekitar 1,5 tahun bagi lulusan diploma tiga (D3).
Proses asesmen RPL didukung dengan kelengkapan administrasi berupa sertifikat kompetensi, surat tugas, wawancara, hingga ujian tertentu yang sebagian dapat dilaksanakan secara daring. Adapun jurusan yang ditawarkan adalah Manajemen, Hukum, Agroteknologi, dan Pertenakan.
Menanggapi hal tersebut, Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, menyambut positif inisiatif civitas akademika Universitas Tamansiswa. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci dalam memperbaiki mutu layanan publik.
“Akan dikomunikasikan lebih lanjut dengan tim SDM untuk tindak lanjut teknisnya. Kami mengapresiasi Unitas yang telah membuka ruang kolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas SDM di lingkungan Kementeria Agama Sumatera Barat,” tegasnya.
Mustafa juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi SDM di lingkungan madrasah. Menurutnya, semakin baik kualitas sumber daya manusia, maka semakin optimal pula pelayanan pendidikan dan keagamaan yang dirasakan masyarakat.
“Peningkatan SDM harus sejalan dengan peningkatan kualitas layanan. Ini menjadi kebutuhan mendesak di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, Hendri Pani Dias, menilai program ini memiliki relevansi strategis, namun perlu didukung dengan data kepegawaian yang akurat. “Kita membutuhkan data dari kepegawaian untuk memetakan pegawai yang masih berijazah SMA, sehingga program ini tepat sasaran dan benar-benar berdampak,” ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Universitas Tamansiswa Padang turut dihadiri Ketua Senat Rahmat, Wakil Rektor II, Deded Deperiky, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Hesti Mayasari, Dekan Fakultas Hukum Lona Puspita, serta Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Trio Candra Yoga.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Kanwil Kemenag Sumbar dan perguruan tinggi dalam mencetak aparatur yang kompeten, berdaya saing, dan responsif terhadap pelayanan Masyarakat.