Solsel, Humas– Kehangatan silaturahmi dan fokus pada peningkatan kapasitas aparatur menjadi napas utama kunjungan kerja pertama Kanwil Kemenag Sumbar Mustafa bersama Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumbar Ny Nursofia Mustafa ke Kabupaten Solok Selatan.
Dalam pertemuan yang digelar di Aula Kemenag Kabupaten Solok Selatan, Jumat (23/01/2026), Kakanwil yang baru memimpin sekitar 2,5 bulan itu menekankan bahwa silaturahmi, taaruf (saling mengenal), dan muwajahah (bertatap muka) adalah keniscayaan bagi kekompakan ASN.
Di hadapan Kakankemenag Solsel, Fitriyoni, beserta seluruh jajarannya, Mustafa menyatakan kunjungan kehadapan di wilayah ini merupakan langkah awal untuk memastikan setiap unsur di Kemenag Sumbar bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi).
"Banyak PR yang harus dituntaskan, tidak hanya di Sumatera Barat secara umum, tetapi juga dalam peran Kemenag membantu pemerintah membangun bidang agama dan pendidikan," tegasnya pada giat yang dihadiri Kabid Pendidikan Madrasah Hendri Pani Dias dan jajaran satker Kemenag Solsel.
Mustafa mengakui setiap daerah memiliki tipologi, kemudahan, dan tantangan unik.
"Ada yang jarak tempuh ke kantor hanya 5 menit, ada pula yang puluhan bahkan ratusan kilometer. Tanpa mengetahui kondisi aparatur secara langsung, seorang pemimpin tak mungkin dapat mengambil kebijakan yang arif dan bijaksana," ujar Mustafa. Kehadiran seluruh aparatur, baginya adalah sebuah kehormatan dan kesempatan emas untuk membangun "jembatan hati".
Kakanwil memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Kemenag Solsel, khususnya dalam penyelenggaraan e-KPA yang meraih nilai tertinggi dari KPPN.
"Ini bukti sinergi yang solid antara pimpinan, kepala madrasah, dan seluruh unsur," pujinya. Namun, dia mengingatkan untuk tidak cepat berpuas diri. Capaian tersebut harus minimal dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Disamping itu, momentum Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag juga dijadikannya sebagai bahan refleksi dan evaluasi capaian 2025 untuk menyusun proyeksi yang lebih baik di tahun 2026.
"Semuanya harus berjalan berlandaskan Renstra (Rencana Strategis) lima tahunan sebagai panduan utama, termasuk perjanjian kinerja untuk meningkatkan pelayanan masyarakat," pesannya.
Dalam arahannya yang inspiratif, Kakanwil Mustafa membagikan lima resep yang wajib dimiliki dan diamalkan setiap aparatur untuk menjadi ASN yang berdampak dan bermanfaat.
Pertama, kompetensi yaitu terus mengasah kemampuan melalui diklat, workshop, atau belajar mandiri. Kompetensi mencakup teknis, manajerial, serta sosial kultural untuk membangun adaptasi dan jembatan hati.
Kedua, memiliki Integritas dengan berpegang teguh terhadap moral, etika, dan akuntabilitas. Menjadi teladan dengan mempertanggungjawabkan setiap keputusan sesuai lima kode etik ASN Kemenag.
Ketiga, Kedisiplinan dan Loyalitas. Mengerjakan tugas sesuai koridor aturan. Loyalitas kepada pimpinan, meski berbeda latar, adalah keniscayaan untuk keberlangsungan tugas.
Keempat, Etos Kerja dan Karakter. Aparatur dituntut bekerja dengan sungguh-sungguh, cerdas, tulus, tuntas, dan dibungkus keikhlasan.
"Motivasi tertinggi kita adalah mencari ridha Allah SWT. Ikhlas beramal adalah pengabdian yang tak bergantung pada figur pimpinan, tetapi pada sistem dan integritas yang kita bangun," tegas Mustafa.
Kelima, adaptasi dan Inovasi. ASN harus mampu memanfaatkan teknologi, beradaptasi dengan zaman, dan miliki ide-ide pembaruan. Aparatur didorong memberikan masukan bijak melalui telaah staf.
"Pahami tupoksi dan perjanjian kinerja dengan atasan. Pahami posisi masing-masing. Lima resep ini, jika dilaksanakan, akan menciptakan kualitas kinerja yang konsisten, siapapun pimpinannya," tutup Mustafa mengakhiri arahan yang disambut antusias oleh seluruh peserta pertemuan.
Kunjungan ini dinilai Kakanwil tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memberikan pencerahan dan roadmap yang jelas bagi aparatur Kemenag Solok Selatan untuk terus berkontribusi optimal. Sehingga bisa menyeimbangkan kesejahteraan yang diterima dengan pengabdian nyata kepada masyarakat.(vera)