Buka Pembinaan Keuangan dan BMN, Edison: Kanwil Berkomitmen Perkuat Pengelolaan hingga Daerah

Lima Puluh Kota, Humas - Di tengah sejuknya Lembah Harau, jajaran Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat kembali mengingatkan diri bahwa urusan keuangan dan barang milik negara bukan sekadar soal angka dan laporan, tetapi soal tanggung jawab dan ketertiban kerja. Suasana itu terasa dalam Pembinaan Keuangan dan BMN Kankemenag Kota Payakumbuh yang digelar di Harau SKY, Kabupaten Lima Puluh Kota, Jumat (23/1/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Agama RI, Ahmad Hidayatullah. Kehadirannya menjadi ruang dialog langsung bagi jajaran daerah untuk memahami kebijakan pusat, sekaligus menyamakan langkah dalam pengelolaan keuangan dan aset negara.

Pembinaan dibuka oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Edison. Dalam sambutannya, Edison menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI tersebut. Menurutnya, kunjungan ini membawa makna penting bagi jajaran Kementerian Agama di daerah.

“Kehadiran Bapak Kepala Biro Keuangan dan BMN tentu memberi arti tersendiri bagi kami, khususnya bagi jajaran Kemenag Kota Payakumbuh, untuk memahami kebijakan serta pengelolaan BMN secara lebih utuh,” ujar Edison.

Edison menjelaskan bahwa Kanwil Kemenag Sumbar memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan BMN. Pengendalian dilakukan dengan mengoptimalkan pengaturan waktu kerja, evaluasi rutin setiap triwulan, serta koordinasi berkelanjutan dengan pusat melalui pertemuan daring.

“Untuk urusan BMN, kami mengontrolnya secara penuh dengan mengoptimalkan timeline dan evaluasi tiap triwulan, termasuk melakukan koordinasi dengan pusat,” katanya.

Hal yang sama, lanjut Edison, juga berlaku dalam pengelolaan keuangan. Kanwil Kemenag Sumbar berkomitmen agar laporan keuangan dapat disusun secara maksimal dan bertanggung jawab.

“Sehubungan dengan keuangan, kami berkomitmen untuk memberikan laporan yang maksimal dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia berharap pembinaan ini mampu meningkatkan kapasitas aparatur di daerah, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari cara merencanakan dan melaporkan kinerja. Dengan pengelolaan yang lebih baik, laporan keuangan diharapkan dapat disampaikan tepat waktu dan perencanaan bisa dimaksimalkan.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, pengelolaan keuangan semakin baik, laporan bisa tepat waktu, perencanaan lebih maksimal, dan kinerja juga tercatat dengan baik,” kata Edison.

Pembinaan ini diikuti oleh berbagai unsur Kementerian Agama di daerah. Hadir Kepala Kankemenag Kota Payakumbuh Hendri Yazid beserta jajaran pejabat struktural, Kankemenag Kabupaten Lima Puluh Kota yang diwakili Kasubbag Tata Usaha Ifkar dan jajaran, para Kepala KUA, pengawas, kepala madrasah, kepala urusan tata usaha madrasah, serta operator BMN di Lingkungan Kantor Kemenag Kota Payakumbuh. 


Editor: Eri
Fotografer: -