Diskusi Kerja Sama Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Iman dan Takwa dalam Audiensi Pemuda Muslimin Indonesia

Padang, Humas - Berlandaskan Surah Al Araf ayat 96 yang menautkan keimanan masyarakat dengan kesejahteraan sebuah negeri. Audiensi Pemuda Muslimin Indonesia menjadi ruang bertukar pandang antara Kementerian Agama dan organisasi kepemudaan dalam membicarakan persoalan lama yang belum juga tuntas, yaitu kemiskinan. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Senin (26/01/2026)

Ketua Bidang Kaderisasi Organisasi Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Fajrul Huda, membuka pemaparannya dengan mengingatkan kembali pesan Alquran tersebut. Ia menyinggung Surah Al Araf ayat 96 yang menjelaskan hubungan antara iman masyarakat dan kesejahteraan negeri. Menurutnya, kemiskinan tidak cukup dilihat dari hitung-hitungan ekonomi, tetapi perlu disentuh melalui pembinaan iman dan ketakwaan.

“Alquran sudah menjelaskan bahwa kesejahteraan berjalan seiring dengan keimanan. Ketika iman dan takwa tumbuh, kehidupan umat ikut terangkat,” kata Fajrul di hadapan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, yang didampingi Kepala Bidang Penaiszawa, Abrar Munanda.

Organisasi Pemuda Muslimin Indonesia datang dengan satu kegelisahan yang sama, kemiskinan yang tak kunjung surut. Persoalan ini, menurut mereka, telah lama disentuh melalui berbagai bantuan, namun hasilnya belum terlihat signifikan. Karena itu, pendekatan pembinaan umat ditawarkan, dengan masjid ditempatkan sebagai pusat kegiatan.

Fajrul menjelaskan, kerja sama yang diharapkan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Yang dibutuhkan adalah pemberdayaan yang bertahap dan berkelanjutan. Masyarakat dibina keimanannya terlebih dahulu, lalu didorong secara ekonomi melalui dukungan modal dan pendampingan. Ukurannya, kata dia, bisa dilihat dari konsistensi ibadah berjamaah, terutama sholat Subuh dan Isya.

“Bantuan sudah banyak, baik dari Baznas maupun lembaga filantropi lainnya. Namun kemiskinan tetap ada. Di sinilah pembinaan iman dan penguatan ekonomi perlu berjalan beriringan,” ujarnya. 

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, menyambut baik gagasan yang disampaikan Pemuda Muslimin Indonesia. Ia menilai arah pemikiran tersebut sejalan dengan Asta Protas Menteri Agama, terutama dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat.

Mustafa mengingatkan bahwa sejarah mencatat kejayaan umat Islam selalu berdiri di atas iman dan ketakwaan. Ia menyinggung masa-masa besar dalam sejarah Islam, seperti era Umayyah, Abbasiyah, dan Fatimiyah, yang tumbuh dari fondasi keimanan yang kokoh.

“Ekonomi umat tidak bangkit bukan karena kekurangan sumber daya, tetapi karena iman dan takwa melemah. Sejarah sudah memberi pelajaran, ketika iman kuat, umat berjaya,” kata Mustafa.

Ia menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah menjalankan sejumlah program yang sejalan dengan gagasan tersebut. Program itu antara lain KUA berbasis pemberdayaan ekonomi umat, Kampung Zakat, penguatan usaha kecil berbasis syariah, pemberdayaan ekonomi penyuluh agama Islam, serta pengembangan wakaf produktif.

Mustafa membuka ruang kerja sama lebih lanjut, seraya menyarankan agar Pemuda Muslimin Indonesia melengkapi administrasi dan profil organisasi sebagai pijakan penguatan kemitraan ke depan.

Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Tim Kemitraan Umat Publikasi Dakwah dan Siaran Keagamaan Kanwil Kemenag Sumbar, Yesfi Mira Andria. Dari Pemuda Muslimin Indonesia hadir pula perwakilan cabang Padang, Pasaman, dan Pasaman Barat.


Editor: Vera
Fotografer: Tamara