H. Irwan Lepas Latifa Arsya Menuju Parlemen Remaja DPR RI 2025 

Limapuluh Kota, Humas - Latifa Arsya, santri Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, menjadi salah satu peserta Parlemen Remaja DPR RI 2025 Tingkat Nasional di Jakarta, perwakilan Provinsi Sumatera Barat. 

Jelang menuju ibukota, Arsya dilepas secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota, H. Irwan, didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, H. Safrijon, Kasi Pendidikan Madrasah, H. Rizki Eka Putra, dan Pimpinan Pondok Pesantren, H. Dafri Harweli.

Ungkapan rasa bangga disampaikan Kepala Kantor atas prestasi  yang luar biasa seorang santri. Tentunya ini menunjukan bahwa santri pondok pesantren juga mampu tampil selain dalam bidang agama. Kemampuan Publik Speaking lah yang mengantarkan Arsya bisa bergabung bersama siswa hebat lainnya di seluruh Indonesia.

“Kebanggaan yang luar biasa, apalagi ini diraih oleh seorang santri. Ini adalah kolaborasi perpaduan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Kita juga bangga karena tidak semua orang memiliki Publik Speaking yang bagus. Arsya membuktikan ini semua,” ujar Kepala Kantor.

Pada saat pelepasan, Kepala Kantor juga memberikan dana dukungan dan mengajak seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota serta Satuan Pendidikan Pondok Pesantren, untuk memberikan dukungan dan mendoakan agar Arsya sukses di tingkat nasional.

Latifa Arsya yang akrab disapa Arsya merupakan anak dari pasangan Asmardi dan Muliati yang berasal dari Gunung Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Arsya saat ini menduduki tingkat pendidikan Madrasah Aliyah kelas XII. ITT di Ponpes Al Kautsar.

Arsya di kenal dengan segudang prestasinya. Ia dikenal sebagai santri multitalenta. Pandai bergaul, humoris, dan ceria. Diantara prestasi yang pernah diraih Arsya adalah Juara 3 Lomba Dai dari Bank Indonesia Tingkat Sumbar, Juara 3 Lomba Dai antar pesantren yang diadakan oleh Bank Indonesia Sumatera Barat, Sekretaris Umum PR IPM Al-Kautsar 2024-2025, Bendahara Hizbul Wathan periode 2025-2026, Juara 1 Lomba Pidato yang diadakan oleh UIN Imam Bonjol Padang, peserta kegitan Lomba Santri Mode Art Hari Santri 2024 yang diadakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.


Selain itu Arysa juga pernah meraih Medali Perunggu Tingkat Nasional Bidang Fiqih yang diadakan oleh Kuartal Islamic Olimpiade, Medali Emas Tingkat Nasional Bidang Bahasa Indonesia yang diadakan oleh Kuartal Islamic Olimpiade, Peserta Parlemen Remaja 2025, dan juara kelas setiap semesternya. Arsya juga selalu menjadi Master of Ceremony dalam seluruh kegiatan yang diadakan di pondok pesantren, termasuk dalam menerima tamu dari dalam maupun luar negeri. Arysa juga menjadi Anggota  Pelajar Penggerak Merah Putih.


Usai dilepas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota, menuju kegiatan Parlemen remaja DPR RI 2025 yang diselenggarakan pada 3 hingga 7 November 2025 mendatang, Arsya bersama tiga rekan lainnya juga dilepas Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah. Turut hadir memberikan dukungan, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Muhidi.


Diwawancara secara terpisah, Arysa mengisahkan perjalanannya hingga terpilih menjadi Anggota Parlemen DPR RI Tingkat Nasional. Diawali dengan pembuatan video, pengiriman essay, serta CV prestasi. Pembuatan video untuk acara ini tidaklah mudah, ditambah lagi tema yg diangkat cukup sulit, yaitu Generasi Pembaru Energi Untuk Indonesia Bebas Emosi.


Untuk proses pembuatan video dilakukan langsung di lokasi kebakaran yang bertempat di belakang kantor DPRD Kabupaten Limapuluh kota. Banyak hal dilakukan yang semuanya butuh pengorbanan. Dari perjuangan inilah akhirnya Arsya terpilih menjadi peserta Parlemen Remaja DPR RI 2025.


“Apapun masalahnya, jangan dianggap terlalu besar, kita adalah remaja yang akan mengubah masa depan bangsa menjadi lebih baik dari hari ini. Menjadi peserta Parlemen remaja tidaklah mudah, banyak hal yang harus dikorbankan, bayak hal yang harus direlakan. Namun Alhamdulillah kita bisa sampai ke titik ini,” ungkap Arsya.


Arsya berpendapat, kalau orang lain mengatakan singkong itu di mana di buang di sana dia bisa hidup, namun baginya remaja adalah seperti pohon singkong yang kalau patah dahannya dia akan tumbuh lebih banyak. Semakin kuat angin mematahkan, semakin banyak memberi manfaat melalui daunnya.


Akhirnya, Latifa Arsya mampu tersenyum bahagia. Dari delapan ribu lebih calon peserta, dipilih 139 peserta yang melaju ke tingkat nasional, salah satunya adalah putri cantik yang berasal dari daerah terujung di Kabupaten Limapuluh Kota. (Nauri/Nina)


Editor: Vera
Fotografer: Nina