Solok, Humas — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, meminta seluruh kepala madrasah untuk memberdayakan fungsi kehumasan sebagai garda terdepan dalam menyampaikan kinerja dan membangun citra positif Kementerian Agama di tengah maraknya isu yang mendiskreditkan lembaga.
Penegasan tersebut disampaikan Mustafa saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Mustafa, belakangan ini cukup banyak pemberitaan dan narasi publik yang menyudutkan Kementerian Agama. Karena itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara Kementerian Agama untuk turut membackup institusi dengan menyebarkan informasi yang benar dan berimbang kepada masyarakat.
“Kita tahu persis bagaimana pimpinan pusat, Pak Sekjen, para Dirjen, bekerja siang malam memikirkan kesejahteraan guru dan kemajuan madrasah. Tetapi ada saja pihak yang menggiring opini negatif. Ini tentu tidak bisa kita biarkan,” tegasnya.
Mustafa menjelaskan, berbagai klarifikasi dan informasi resmi telah dibagikan oleh pimpinan kepada jajaran di daerah. Ia berharap, setiap informasi tersebut dapat diteruskan secara luas melalui jaringan yang dimiliki satuan kerja agar masyarakat memahami duduk persoalan secara utuh.
“Kita tidak melarang orang berpendapat, itu bagian dari kebebasan. Tapi kewajiban kita adalah menyampaikan kebenaran agar masyarakat tidak terombang-ambing oleh informasi yang tidak utuh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mustafa menekankan pentingnya mengekspos seluruh aktivitas dan capaian madrasah kepada publik. Menurutnya, publikasi bukan soal kurangnya keikhlasan, melainkan bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada masyarakat.
“Apa yang kita kerjakan di madrasah harus disampaikan. Ini bukti konkret kinerja kita, dan masyarakat berhak mengetahuinya,” kata Mustafa.
Ia menyebut peran media, baik media daring, media lokal, maupun humas internal madrasah, menjadi sangat strategis. Humas, kata Mustafa, adalah corong resmi lembaga dan jurubicara kebijakan Kementerian Agama di tingkat satuan kerja.
Mustafa juga mendorong kepala madrasah untuk melatih dan memperkuat kapasitas humas agar mampu berkomunikasi secara baik, berwawasan luas, serta meyakinkan dalam menyampaikan informasi kepada publik.
“Humas harus mampu menjadi jurubicara madrasah. Apa pun yang menjadi ruang lingkup madrasah, humas harus bisa menjelaskannya dengan benar kepada masyarakat,” imbuhnya.
Di akhir arahannya, Mustafa mengingatkan agar setiap persoalan yang muncul di madrasah diselesaikan secara bijak dan internal, tanpa meluapkannya ke media sosial.
“Jangan mengadu ke media sosial. Itu justru akan memperburuk keadaan. Mari kita jaga kekompakan, kebersamaan, dan nama baik Kementerian Agama,” pungkasnya.