Bukittinggi Humas--Udara dingin Bukittinggi menusuk tanpa henti, terlebih bumi sanjai tersebut telah diguyur hujan semenjak beberapa hari ini. Namun, tidak menyurutkan semangat seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja paruh waktu dilingkungan Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi.
Tepat pukul 03.30 WIB, Rizki Herik Fernando ditemani adiknya memantapkan hati untuk menjemput asa yang selama ini menjadi harapan seorang pegawai honorer.
Hari ini, Kamis (27/11/2025) ia bersama PPPK lainnya akan mengikuti pelantikan yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat di Asrama Haji Tabing Padang.
Berbekal mantel plastik, mereka berboncengan mengendarai sepeda motor merek Beat Street. Di bawah guyuran hujan yang seakan terus menghalangi perjalanan.
Rizki dan saudaranya terus tancap gas yang sekali-kali terperosok ke dalam lubang yang penuh genangan, demi mengikuti pelantikan untuk menjemput impian menjadi pegawai pada kementerian.
Pukul 4 dini hari mereka telah tiba di simpang 3 Padang Panjang. Sampai di turunan Bukit Berbunga, mereka melewati bekas pembersihan pohon tumbang yang menurut informasi telah terjadi sejak pukul 1 dini hari.
Namun, intensitas hujan yang sangat tinggi melanda beberapa daerah belakangan ini, laju kendaraan mereka terhenti di daerah Silaing Bawah karena sebuah pohon besar membelintang dan menghadang jalan.
Dengan sigap mereka ikut berjibaku membantu pekerjaan dengan alat seadanya agar jalan dapat kembali dilalui. Begitu bisa dilewati oleh motor, mereka kembali melanjutkan perjalanan, karena takut terlambat mengikuti pelantikan.
Hujan terus mengguyur, namun mereka laksana prajurit yang siap tempur. Begitu memasuki kawasan Mega mendung sebelum Lembah Anai, keduanya kembali berhenti karena jalan yang sudah tidak dapat dilalui.
Pohon tumbang kembali menghadang. Lama menunggu, namun tidak ada tanda-tanda untuk bisa dilalui. Mereka memilih balik kanan, daripada ditimpa pepohonan sekitar yang tidak menunjukkan tanda-tanda persahabatan.
Sesampainya di pangkal jembatan dengan gapura bertuliskan "Selamat Datang di Padang Panjang Kota Serambi Mekah", mereka harus kembali menghentikan langkah, karena pohon besar yang membelintangi jalan tadi semakin parah dan menghadang perjalanan setiap orang.
Disini mereka berhenti. Dimana orang-orang juga tengah berhenti disepanjang jembatan. Bukan untuk menyaksikan pemandangan, namun dihadang oleh aral melintang.
Mantel plastik ditanggalkan, jaket diturunkan. Rizki membuka gadget dan mencoba login untuk mengikuti pelantikan secara virtual.
Ia berhasil mengikuti rangkaian kegiatan pelantikan secara daring hingga selesai dari sebuah warung di pinggir jalan sebelah jembatan.
Sukses mengikuti pelantikan, Ia kembali mengenakan jaket dan mantel plastik yang masih basah diguyur hujan. Niat hati ingin secepatnya kembali ke Bukittinggi, namun pohon besar yang tadinya tumbang masih membentang di tambah longsoran tanah sehingga perjalanan harus diurungkan.
Bersama personil TNI dan Polri, Rizki serta saudaranya kembali membantu membereskan jalan. Dalam kesibukan tersebut, mereka dikejutkan oleh dentuman keras dan suara menggelegar.
Setiap mata tertuju ke jembatan. Pekik pilu seketika pecah, tangisan menyayat dan suara-suara gaduh yang terus berteriak memberi isyarat.
Banjir bandang menerjang. Isak tangis dan suara mengerang, begitu jelas, membuat degup jantung mengencang, nafas seakan menghilang dan air mata berlinang.
Ia menyaksikan bagaimana air melampaui tingginya gapura selamat datang. Takut, cemas tiada bisa terbilang.
Kejadian tak berlangsung lama, namun menyisakan pengalaman dan trauma.
Usai menyaksikan pemandangan menakutkan itu, Rizki melihat ada celah diantara dahan pohon dan longsor. Ia membungkuk, dengan sekuat tenaga menaikan motor ke punggungnya. Beat Street yang tadinya ia duduki, sekarang bertengger dipundaknya.
Berhasil melalui pohon dan longsor, mereka cepat-cepat kembali menaiki motor. Meski tubuh penat, beberapa luka yang sakitnya sudah terasa, pukul 15.40 WIB, meraka tiba kembali di Bukittinggi dengan selamat.
Kesaksian ini disampaikan oleh Rizki Herik Fernando, seorang PPPK Paruh Waktu pada Kantor Kementerian Agama kota Bukittinggi. Dengan mata berkaca-kaca dan suara yang kadang terbata ia menuturkan kisahnya. Melewati berbagai rintangan di hari yang ia nantikan.
"Sebenarnya kami ada beberapa orang dari Bukittinggi yang akan mengikuti pelantikan secara langsung di Asrama Haji Tabing Padang. Namun, kami tidak dapat pergi bersamaan karena situasi yang tidak memungkinkan, sehingga ada teman-teman seangkatan yang sudah berada di Padang duluan dan saya pribadi sengaja menyusul pada pagi hari," terang Rizki
"Alhamdulillah. Terimakasih kepada Kanwil Kemenag Sumbar serta Kemenag kota Bukittinggi," pungkasnya
(Andreas)