Lokakarya MAN 3 Padang: Hadapi Perubahan Zaman, Kakanwil Minta Guru Tingkatkan Kompetensi dan Peran Pendamping Akidah

Padang, Humas - Pembekalan bagi pendidik dan tenaga kependidikan terkait pembelajaran mendalam (deep learning) dan pendekatan kurikulum berbasis Cinta menjadi dasar pelaksanaan Lokakarya MAN 3 Kota Padang. Dalam kegiatan ini, peserta juga menerima materi kearsipan dan pelayanan publik agar mampu bekerja lebih tertib dan kompeten dalam mendukung kegiatan serta layanan akademik di MAN 3 Kota Padang. Lokakarya ini dilaksanakan di Grand Basko Hotel, Padang, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, yang membuka lokakarya secara resmi sekaligus menjadi pembicara utama. Lokakarya mengangkat tema peningkatan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan serta penerapan KMA 1503 Tahun 2025, dengan fokus pada pembelajaran mendalam, kurikulum berbasis cinta, hingga penguatan layanan publik dan kearsipan. 

Dalam sambutannya, Mustafa menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Menurutnya, guru hari ini berhadapan dengan peserta didik yang sangat akrab dengan teknologi dan sumber belajar yang beragam.

“Anak-anak kita sudah melek IT. Mereka bisa belajar dari banyak platform. Kalau cara ajar kita tidak relevan, wajar kalau mereka merasa tidak nyambung,” ujar Mustafa. “Karena itu guru harus mau refleksi diri dan mencari strategi baru dalam menyampaikan materi.”

Ia mengingatkan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan di madrasah perlu terus memperbarui kompetensi, mulai dari pedagogik, profesional, sosial, hingga kepribadian. Semua itu, kata Mustafa, harus berjalan seiring dengan nilai keagamaan yang menjadi ruh madrasah.

“Kita ini bukan sekadar pengajar mata pelajaran. Kita harus menjadi pendamping dalam membentuk akidah dan karakter siswa, apapun bidang ilmu yang kita ajarkan,” katanya.

Sebagai bagian dari Kementerian Agama, Mustafa menilai tanggung jawab moral guru madrasah jauh lebih besar di mata masyarakat. Meski tidak semua berlatar belakang pendidikan keagamaan formal, ia menekankan pentingnya penguasaan dasar-dasar ilmu agama bagi seluruh aparatur Kemenag.

“Di masyarakat, kita dianggap orang yang paham agama. Itu amanah. Maka mau tidak mau, penguasaan ilmu keagamaan juga harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, menyampaikan “Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan tenaga kependidikan dapat memperkuat pemahaman terkait pembelajaran dan mendukung layanan akademik di madrasah,”

Sebanyak 93 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari guru, tenaga kependidikan, unsur komite, serta pengawas satuan pendidikan. Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguatan karakter pendidik, sinergi pendidikan madrasah dengan Pemerintah Kota Padang, digitalisasi pembelajaran, motivasi diri, pelayanan publik dan kearsipan, hingga pembahasan teknis penerapan KMA 1503 Tahun 2025.

Usai menyampaikan materi, Mustafa juga menerima buku karya salah seorang guru serta karya siswa yang lahir dari proses pendampingan tenaga pendidik MAN 3 Kota Padang. Momen tersebut menjadi gambaran bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya kreativitas dan budaya berkarya.

Pembukaan Lokakarya ini turut dihadiri Kepala Kemenag Kota Padang Edy Oktafiandi, pengawas satuan pendidikan MAN 3 Kota Padang, pengurus Komite MAN 3 Kota Padang, Kepala Urusan Tata Usaha, serta seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MAN 3 Kota Padang.


Editor: Vera
Fotografer: Zul