Solok, Humas –Suasana MAN 3 Solok, Kamis (12/2/2026), terasa berbeda dari biasanya. Sejak pagi, halaman madrasah itu ramai. Spanduk AFESTA 5, Festival Seni dan Olahraga SMP/Sederajat dan SMA/ Sederajat se-Sumatera Barat, terpasang rapi. Di tengah semangat itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, hadir langsung memberi pembinaan kepada ASN sekaligus membuka festival tersebut.
Sebelum berdiri di podium, Mustafa lebih dulu diajak berkeliling. Ia meninjau satu per satu sudut madrasah, didampingi Kepala Kankemenag Kabupaten Solok Zulkifli dan Kepala MAN 3 Solok Yulfentri, beserta jajaran. Dari ruang belajar hingga unit-unit keterampilan, semua diperlihatkan.
“MAN 3 of The Best,” serunya lantang saat memulai sambutan. Kalimat itu langsung disambut tepuk tangan para guru dan pegawai.
Mustafa mengaku terkesan dengan banyaknya keterampilan yang dikembangkan di madrasah tersebut. Baginya, itu bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi bekal hidup bagi peserta didik.
“Banyak keterampilan yang ada di sini. Ini bukan hanya kegiatan, tapi life skill untuk anak-anak kita,” katanya.
Ia juga memberi apresiasi pada kolaborasi yang terjalin antara madrasah, Kankemenag Kabupaten Solok, komite, dan berbagai pihak lain. Menurutnya, kekuatan sebuah lembaga pendidikan tidak hanya terletak pada program, tetapi pada kebersamaan yang terbangun.
“Kalau sudah terbangun jembatan hati, program seberat apa pun bisa kita jalankan. Dan dampaknya akan terasa untuk peserta didik dan juga guru-gurunya,” ujarnya.
Dalam pembinaan kepada ASN, Mustafa mengingatkan bahwa tugas ke depan tidak semakin ringan. Tantangan pendidikan makin kompleks. Karena itu, ia menegaskan kembali arah utama pendidikan di madrasah.
“Tugas kita melahirkan anak-anak berkarakter. Melahirkan peserta didik yang berbudi pekerti. Bukan hanya cerdas secara intelektual, tapi juga kuat secara qolbu,” ucapnya.
Ia menambahkan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi penting, tetapi tidak boleh lepas dari dasar aqidah.
“Apapun bidang studi bapak ibu, muaranya adalah aqidah. Di situlah kita berdiri. Di situlah kekuatan madrasah,” katanya mengingatkan.
Menutup arahannya, Mustafa mengajak seluruh ASN bekerja dengan kesungguhan.
“Mari bekerja dengan cerdas, tuntas, dan kita bungkus dengan ikhlas,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala MAN 3 Solok Yulfentri menjelaskan bahwa tahun ini madrasah yang dipimpinnya fokus mengembangkan kemandirian melalui wirausaha. Lahan yang luas dimanfaatkan menjadi berbagai unit produktif, mulai dari homestay, bengkel, kebun stroberi dan markisa, kolam, hingga unit busana dan kuliner.
“Kami ingin menggali potensi guru dan peserta didik. Semua kami pusatkan melalui koperasi agar tertata dan berkelanjutan,” jelas Yulfentri.
AFESTA 5 sendiri menjadi panggung bagi siswa SMP dan SMA se-Sumatera Barat untuk menampilkan bakat seni dan olahraga. Bagi Kanwil Kemenag Sumbar, kegiatan seperti ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi ruang tumbuh bagi generasi muda yang utuh, cerdas pikirannya dan kuat hatinya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar Hendri Pani Dias, Kepala Kankemenag Kabupaten Solok Zulkifli beserta jajaran, Ketua Komite, para wakil kepala, kepala urusan, tenaga pendidik MAN 3 Solok, jajaran KUA, serta kepala madrasah se-Kabupaten Solok.