Mustafa Minta ASN Kemenag Sumbar Bumikan Ekoteologi di Lingkungan Kerja

Padang, Humas--Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menekankan pentingnya penguatan fondasi kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari pemahaman tugas pokok dan fungsi (tupoksi), penguatan koordinasi, komunikasi, hingga implementasi nilai ekoteologi di lingkungan kerja.

Hal tersebut disampaikan Kakanwil saat memberikan pembinaan kepada seluruh ASN Kanwil Kemenag Sumbar di Aula AB I, Senin (5/1/2026). Hadir Kepala Bagian TU, Edison, seluruh Kabid, Pembimas dan ASN Kanwil Kemenag Sumbar.

Kakanwil mengingatkan bahwa awal tahun merupakan momentum strategis untuk kembali menegaskan peran dan tanggung jawab masing-masing ASN. Menurutnya, pemahaman tupoksi menjadi kunci agar setiap program dan pekerjaan berjalan tepat sasaran serta tidak tumpang tindih.

“Awal Januari adalah waktu yang tepat untuk kita kembali melihat dan memahami tugas pokok dan fungsi masing-masing. Dari situ kita bisa mengevaluasi pelaksanaan tugas tahun sebelumnya, apakah sudah berjalan optimal atau masih ada kendala yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Ia menegaskan, ketepatan dalam menjalankan tupoksi akan menghindarkan ASN dari praktik saling mencampuri tugas satu sama lain, sekaligus memperkuat profesionalisme dalam bekerja.

Selain itu, Kakanwil menaruh perhatian besar pada pentingnya koordinasi dan komunikasi sebagai kunci keberhasilan pelaksanaan program. Ia menyebut, sebaik apa pun perencanaan, tidak akan berjalan maksimal tanpa komunikasi yang baik, baik secara internal maupun lintas sektor.

“Selama koordinasi dan komunikasi terbangun dengan baik, tidak ada pekerjaan yang terlalu berat untuk diselesaikan. Namun ketika komunikasi terhambat dan ego mulai mendominasi, pekerjaan yang ringan pun bisa menjadi sulit,” tegasnya.

Dalam pembinaan tersebut, Kakanwil juga menyoroti implementasi Asta Protas Kementerian Agama, khususnya ekoteologi, sebagai nilai yang harus dibumikan dalam aktivitas keseharian ASN. Menurutnya, ekoteologi tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dari ruang kerja masing-masing.

“Kebersihan, kerapian, keindahan, dan kenyamanan lingkungan kerja adalah cerminan ekoteologi. Kantor ini adalah rumah kedua kita. Jika kita memandangnya sebagai rumah sendiri, tentu akan kita jaga, rawat, dan tata dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh ASN untuk berkontribusi aktif, meskipun dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Menjaga kebersihan ruang kerja, lingkungan kantor, hingga membiasakan memungut sampah sebagai bentuk kepedulian, menurutnya, merupakan implementasi nyata nilai ekoteologi.

“Kantor yang asri, rapi, dan bersih akan menghadirkan kenyamanan, baik bagi pegawai maupun masyarakat yang datang. Ini tidak bisa dikerjakan oleh satu atau dua orang saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Melalui penguatan pemahaman tupoksi, soliditas komunikasi, dan penerapan nilai ekoteologi, Kakanwil berharap ASN Kanwil Kemenag Sumbar dapat melangkah lebih mantap dan produktif dalam menjalankan program-program tahun 2026.

 


Editor: Risna
Fotografer: -