Narasumber Bimsik Haji, Kakanwil Urai Tiga Pesan untuk 316 Jemaah Kota Bukittinggi 

Padang (Humas)- Sebagai bentuk tanggung  jawab dan demi terwujudnya penyelenggaraan ibadah haji yang aman dan lancar, Kemenag memberikan pembekalan melalui bimbingan kepada para jemaah sebelum ke tanah suci. Manasik haji tersebut untuk membekali para calon jemaah haji terkait pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah secara mandiri ketika di tanah suci.

Hal ini ditekankan Kakanwil Mahyudin saat membuka kegiatan manasik haji Kemenag Kota Bukittinggi di Aula Rumah Dinas Walikota, Jumat ( 26/04/24) petang.

Dihadiri Kakankemenag Kota Bukittinggi H Eri Iswandi, Kakanwil meminta jemaah untuk meluruskan dan memperbaiki niat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Sedikitnya ada tiga pesan utama yang ditekankan Kakanwil kepada jemaah Kota Bukittinggi. 

Pertama, niat yang Ikhlas. Bekal pertama yang harus dimiliki calon jemaah haji adalah niat yang ikhlas dalam menjalankan ibadah di tanah Suci ini. Tiada lagi niat dan harapan lain yang digantungkan saat berhaji semata-mata memenuhi undangan Allah SWT dan mendapat haji mabrur.

Kedua, manasik Haji. Berhaji di Makkah memiliki dua faktor utama. Haji merupakan ibadah mahdhah yang terikat dengan aturan baku baik dari segi pembiayaan yang tidak sedikit maupun dalam hal teknis pelaksanaan. Itulah mengapa sebelum berangkat para calon jemaah diberi bekal pengetahuan yang disebut manasik haji.

Mahyudin menjelaskan mengingat biaya yang tidak sedikit dengan antrian yang cukup panjang jemaah harus memanfaatkan bimsik ssbagai jalan kemudahan menjalankan ibadah haji di baitullah. 

“Karena bapak dan ibu sudah mengeluarkan uang banyak. Tahun 2012 menyetor sebanyak 25 juta. 500 ribu tinggal di bank. Hari ini bapak ibu dipanggil, lalu keluar istita'ah. Karena kalau tidak istitha'ah tidak bisa melunasi. Gak bisa melunasi gak bisa berangkat naik haji artinya gak bisa mendapatkan haji mabrur.” Terangnya.

Ketika ditetapkan istitha'ah, lanjutnya jemaah diminta melakukan pelunasan senilai 25 juta. Artinya totalnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi 50 juta. Sementara tahun ini satu orang jemaah ditetapkan  mengeluarkan 96 juta. 

“Sementara jemaah hanya membayar 50 juta. Dengan rinciannya 25 juta dulu ditambah 25 juta sekarang. Masih ada kekurangan sebanyak 46 juta. Dana yang sudah di tabungkan oleh BPKH diinvestasikan dan hampir terkumpul 170 T. Itulah yang diinvestasikan kembali ke jemaah lagi, sehingga bisa untuk memenuhi kekurangan biaya haji 96 juta. Berarti 46 juta total, ditanggung dari investasi biaya haji itu,” rincinya.

Itulah mengapa jemaah membutuhkan bimbingan manasik haji. Sehingga menjadi bekal pengetahuan.

“Jangan sampai keberangkatan jemaah sia sia. Artinya biaya haji yang mahal jangan sampai sia-sia.”cetus Kakanwil lagi.

Ketiga,menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Bekal ketiga yang perlu dimiliki oleh calon jemaah haji adalah kesehatan baik secara jasmani maupun rohani.

Menurutnya menjaga kesehatan menjadi hal penting untuk dilakukan. Mengingat ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang sehat dan stamina yang kuat, sehingga rangkaian ibadah bisa dilakukan dengan maksimal.

“Ibadah haji  banyak menggunakan kemampuan fisik. Maka latihlah fisik bapak dan ibu mulai sekarang, biasakan berjalan 4-5 km. Untuk melatih stamina sehingga dimudahkan menunaikan ibadah” pesannya.

Selain itu Mahyudin mengingatkan juga bahwa tahun ini jemaah haji setiap hari diberi makan ditambah dengan living cost.

“ Kalau dulu living cost untuk biaya makan saja. Sekarang living cost bisa digunakan untuk biaya lainnya.” Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Bukittinggi Eri Iswandi mengatakan Jemaah haji Kota Bukittinggi secara administrasi dan persiapan sudah tuntas.

Ia mengapresiasi kehadiran Kakanwil dan jemaah membutuhkan bimbingan dan arahan dari Kakanwil terkait penyelenggaraan dan kebijakan ibadah haji tahun 1445 H/ 2024 M.

Dikatakannya Calon Jemaah haji Bukittinggi yang akan diberangkatkan nanti tergabung dalam Kloter 11 gelombang kedua, dengan total jemaah 316 orang.

"Administrasi sudah selesai. Termasuk foto dan visa hal terkait lainnya sudah tidak ada lagi yang kurang. Dan saat ini kami hanya menunggu jadwal keberangkatan saja lagi. 

"Untuk itu terimakasih kepada panitia yang hingga saat ini telah berkontribusi besar melaksanakan bimbingan manasik haji di setiap kecamatan, yang akan berakhir pada hari Minggu tanggal 28 April 2024 ini. Semoga jemaah kita senantiasa diberi kesehatan hingga hari keberangkatan dan sampai kembali ke tanah air," terang Eri Iswandi.

Hadir Kasi PHU Misra Elfi, Kasi Bimas Islam H Zulfikar, Hj. Tria Ewilda Analis Kesehatan DKK Bukittinggi, Petugas Kloter 11 diantaranya Ketua Kloter  H. Tamrin, Pembimbing Ibadah  H. Akmal Ahmad, Petugas Haji Daerah  H. Ulyadi Yesmar, Petugas Kesehatan dr. Prima Adelin, Perawat 1  Febrianti dan Perawat 2 Trinaldi, serta ratusan jemaah dan tamu undangan.(vera)


Editor: vethriarahmi
Fotografer: VR