Ny. Nursofia Mustafa Ingatkan Anggota DWP Kemenag Pasbar Tidak Curhat Masalah Keluarga ke Medsos

Pasaman Barat, Humas — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Ny. Nursofia Mustafa, mengingatkan anggota DWP Kemenag agar tidak menjadikan media sosial sebagai tempat mencurahkan persoalan rumah tangga.

Hal ini disampaikannya dalam silaturrahmi bersama Ketua DWP Kemrnag Pasaman Barat, Nurmalis Tasman bersama seluruh anggota. Menurut Nursofia, media sosial bukan ruang aman untuk menyimpan cerita pribadi, terlebih persoalan keluarga.

“Kalau di rumah tangga ada masalah, jangan ibu-ibu sampai curhatnya di media sosial. Karena di sana semua orang bisa membaca, baik sahabat, orang yang tidak suka, bahkan pihak yang bisa memanfaatkan cerita kita,” ujar Ny. Nursofia saat pembinaan DWP Kemenag Pasaman Barat.

Ia menegaskan, setiap keluarga pasti pernah menghadapi persoalan. Namun, masalah tersebut tidak untuk diumbar ke ruang publik. Sebagai alternatif, Ny. Nursofia mengingatkan keberadaan Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) yang ada di lingkungan Kementerian Agama, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Kalau ingin curhat, silakan ke BP4. Di sana tempat yang tepat untuk menyampaikan persoalan keluarga. Curhat di BP4 tentu berbeda dengan curhat di media sosial atau bahkan kepada teman, yang belum tentu bisa menyimpan rahasia,” jelasnya.

Ny. Nursofia menambahkan, sebagai bagian dari Kementerian Agama, anggota Dharma Wanita memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar di tengah masyarakat. Menurutnya, masyarakat sering memandang keluarga Kemenag sebagai panutan, termasuk dalam urusan keagamaan dan kehidupan sosial.

“Ketika kita sudah berada di bawah naungan Kementerian Agama, masyarakat menganggap kita harus bisa dalam banyak hal, terutama urusan keagamaan. Karena itu, tidak ada alasan untuk berhenti belajar,” ungkapnya.

Ia juga mendorong para anggota DWP untuk terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk belajar dari lingkungan sekitar dan keluarga. Di era digital, menurutnya, belajar bisa dilakukan dari siapa saja, bahkan dari anak-anak sendiri.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Selama kita masih hidup, kita bisa terus belajar dan saling berbagi. Yang penting, jangan merasa malu dan jangan merasa paling tahu,” pesannya.

Melalui pembinaan ini, Ny. Nursofia berharap anggota Dharma Wanita mampu menjaga keharmonisan keluarga, bersikap bijak dalam bermedia sosial, serta tetap menjadi teladan di tengah masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Kementerian Agama.

 


Editor: Risna
Fotografer: Rina