Pelayanan KUA Kian Membaik, Indeks Capai 86,3 Persen

Padang, Humas - Kinerja pelayanan Kantor Urusan Agama di Sumatera Barat menunjukkan tren yang kian membaik. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pelayanan KUA Kecamatan yang mencapai 86,3 persen, sebuah angka yang masuk kategori sangat baik dan mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Yosef Chairul, saat menyampaikan amanat pada apel pagi awal pekan di halaman kantor Kanwil Kemenag Sumbar, Senin (9/2/2026). Menurutnya, hasil ini merupakan buah kerja bersama seluruh jajaran KUA, termasuk 174 KUA Kecamatan yang tersebar di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat.

Yosef menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan KUA tidak terjadi begitu saja. Dukungan sarana dan prasarana dari Dirjen Bimas Islam menjadi salah satu faktor penting, mulai dari kelengkapan pengelolaan data, ketersediaan mobiler, hingga formulir pelayanan. Fasilitasi ini, kata dia, sangat membantu KUA dalam memberikan layanan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Jika sebelumnya satu KUA hanya diisi oleh satu penghulu dan dua pelaksana, bahkan ada yang kurang, kini setiap KUA ditopang minimal 15 orang SDM. Kondisi ini membuat beban kerja lebih seimbang dan pelayanan lebih responsif.

Perubahan juga terasa melalui digitalisasi layanan KUA. Proses administrasi yang dulu memakan waktu kini bisa dilakukan lebih cepat dan sederhana. Masyarakat tidak lagi harus berulang kali datang ke kantor hanya untuk mengurus hal-hal administratif.

Menariknya, Yosef juga menyinggung adanya peningkatan jumlah peristiwa nikah sepanjang tahun 2025. Meski tidak signifikan, angka pernikahan tercatat naik 0,3 persen. Ia menilai, di tengah tantangan sosial yang membuat sebagian orang enggan menikah, tren ini patut dicermati sebagai sinyal positif.

Pada kesempatan yang sama, Yosef menyampaikan kesiapan Kanwil Kemenag Sumbar dalam menyambut agenda keagamaan nasional. Berdasarkan surat dari Direktorat Jenderal, pada 17 Februari mendatang akan dilaksanakan rukyatul hilal. Saat ini, sudah ada 15 kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang menetapkan titik lokasi pemantauan. Hasil rukyat tersebut nantinya akan menunggu keputusan sidang isbat di tingkat pusat.

Tak hanya itu, Kanwil Kemenag Sumbar juga mulai melakukan persiapan ibadah kurban. Beberapa waktu lalu, formulir partisipasi kurban telah disebarkan kepada pegawai. Yosef mengimbau agar jajaran Kemenag turut menjadi peserta kurban, sehingga daging kurban dapat disalurkan ke daerah-daerah yang membutuhkan, termasuk wilayah terdampak bencana. Tahun lalu, Kemenag Sumbar tercatat ikut berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penyaluran kurban.

Dalam amanatnya, Yosef juga mengingatkan pentingnya tertib administrasi bagi seluruh pegawai. Penginputan Sasaran Kinerja Pegawai diminta rampung paling lambat minggu ketiga Februari. Selain itu, laporan harta dan kewajiban juga menjadi dasar dalam penetapan pembayaran tunjangan, sehingga diharapkan sudah diinput sebelum akhir bulan. Untuk LHKPN, batas waktu pelaporan ditetapkan hingga 28 Februari.

Mulai hari ini pula, telaah staf kepada pimpinan dan nota dinas dilakukan secara berbasis aplikasi Srikandi. Dengan sistem ini, setiap persetujuan pimpinan memiliki dasar yang jelas dan terdokumentasi dengan baik.

Apel pagi tersebut diikuti oleh Kepala Bagian Tata Usaha, para kepala bidang, pembimas, ketua tim kerja, pejabat fungsional dan pelaksana, PPPK, CPNS, serta Mahasiswa praktik lapangan.


Editor: Vera
Fotografer: Zul