Pembelajaran Tak Boleh Terhenti, Dirjen Pendis Tegaskan Komitmen Kemenag Dampingi Madrasah Terdampak Bencana di Agam

Agam, Humas - Kementerian Agama Republik Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memastikan layanan pendidikan keagamaan tetap berjalan di tengah situasi darurat akibat bencana alam.

Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, saat menyerahkan bantuan kepada MTs Tarbiyah Islamiyah Selaras Air dan MTs Muhammadiyah Selaras Air yang terdampak galodoh di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan Dirjen Pendidikan Islam ke lokasi bencana merupakan bagian dari langkah responsif Kementerian Agama RI bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat untuk memantau secara langsung kondisi madrasah terdampak bencana sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung. Dalam situasi darurat, Kemenag menilai keberlangsungan pendidikan menjadi kebutuhan mendasar yang harus tetap dijaga, terutama bagi peserta didik madrasah.

Dalam arahannya, Amien Suyitno menegaskan bahwa bencana tidak boleh menghentikan ikhtiar pendidikan. Ia mengajak seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan untuk tetap menjaga semangat belajar, meskipun proses pembelajaran sementara waktu dilaksanakan di fasilitas darurat seperti masjid.

“Pembelajaran tidak boleh terhenti meskipun diuji bencana. Anak-anak harus tetap semangat belajar dan menuntut ilmu, walaupun sementara waktu pembelajaran dilaksanakan di masjid,” tegas Dirjen Pendis.

Dirjen Pendis menambahkan bahwa kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat terdampak merupakan amanah langsung dari Menteri Agama RI sebagai bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warga negara. Ia juga menyampaikan salam dan doa dari Menteri Agama kepada seluruh warga madrasah agar tetap tabah dan optimis menghadapi ujian tersebut.

“Bapak Menteri Agama menyampaikan salam dan doa kepada kita semua. Semoga anak-anak madrasah kelak menjadi generasi yang berhasil dan sukses di masa depan,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kementerian Agama RI menyalurkan bantuan kepada madrasah terdampak berupa uang tunai sebesar Rp100 juta untuk masing-masing sekolah serta paket alat tulis kantor (ATK) bagi peserta didik. Dirjen Pendis menjelaskan bahwa bantuan yang diserahkan bersifat simbolis, mengingat sebagian besar bantuan telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing madrasah.

Secara keseluruhan, total bantuan Kementerian Agama RI bagi madrasah terdampak bencana di Kabupaten Agam mencapai sekitar Rp1 miliar, baik dalam bentuk dana maupun barang. Bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan dan koordinasi lintas unit di lingkungan Kementerian Agama sebagai bagian dari gerak cepat penanganan dampak bencana di sektor pendidikan madrasah.

Selain penyerahan bantuan, Dirjen Pendis juga meninjau langsung lokasi bekas bangunan MTs Muhammadiyah Selaras Air yang sebelumnya berdiri permanen namun kini rata akibat banjir bandang. Di lokasi tersebut, Amien Suyitno menyampaikan keprihatinan mendalam atas kerusakan sarana pendidikan yang terjadi, seraya mendoakan para korban yang terdampak musibah.

Dalam kesempatan itu, Dirjen Pendis juga mengunjungi lokasi pembelajaran sementara yang dilaksanakan di masjid setempat. Ia memberikan apresiasi atas keteguhan para pendidik dan peserta didik yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.

Dirjen Pendis turut menyoroti nilai kebersamaan dan toleransi yang terbangun antar-madrasah di wilayah tersebut. Dua madrasah dengan latar belakang organisasi yang berbeda mampu menunjukkan praktik nyata moderasi beragama melalui kerja sama yang solid, termasuk dalam penyelenggaraan pembelajaran pascabencana.

“Perbedaan bukan penghalang untuk saling membantu. Di sinilah kita melihat wajah Islam yang moderat, toleran, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menyampaikan bahwa kehadiran Dirjen Pendidikan Islam beserta jajaran Kementerian Agama RI menjadi penguat moril bagi masyarakat, khususnya peserta didik madrasah yang terdampak bencana.

“Kehadiran Bapak Direktur Jenderal menjadi obat dan energi baru bagi kita semua untuk bangkit kembali. Dengan kebersamaan dan kekompakan, kami yakin musibah ini akan berlalu,” ujar Mustafa.

Mustafa juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kementerian Agama RI. Menurutnya, bantuan alat belajar dan dukungan moril tersebut sangat membantu keberlangsungan proses pendidikan madrasah di tengah kondisi darurat serta menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah pusat terhadap daerah.

Kegiatan penyerahan bantuan dan peninjauan lapangan ini turut dihadiri Kepala Bagian Umum Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kasubbag Tata Usaha Direktorat Pontren Kemenag RI, serta Kasubbag Humas Tim Pendis sebagai perwakilan Kementerian Agama Pusat. Turut mendampingi pula Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar Hendri Pani Dias, beserta jajaran, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam Thomas Febria beserta jajaran, serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang Risani. 


Editor: Risna
Fotografer: Zul