Pembinaan ASN di Pasaman, Ajak ASN Istiqomah Layani Umat

Pasaman, Humas - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, menegaskan bahwa pengabdian sebagai PNS dan PPPK di lingkungan Kementerian Agama bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi merupakan ikatan batin untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat dengan tanggung jawab dunia dan akhirat. Penegasan tersebut disampaikannya saat Pembinaan ASN dan PPPK di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman, Rabu (21/01/2024).

Didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumbar, Ny. Nursofia Mustafa, beserta pengurus, kehadiran Kakanwil dan rombongan disambut langsung Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman, Yasril, bersama jajaran serta Kepala MTsN 1 Pasaman, Raflis, selaku tuan rumah kegiatan.

Sebelum pembinaan dimulai, Mustafa bersama rombongan melakukan supervisi ke Ruang Arsip Kantor Kemenag Kabupaten Pasaman. Supervisi ini dilakukan sebagai bentuk perhatian Kanwil Kemenag Sumbar terhadap tertib administrasi dan pengelolaan arsip sebagai bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke RA Al Ikhlas Lubuk Sikaping yang berada di bawah naungan DWP Kemenag Kabupaten Pasaman. Kehadiran rombongan disambut antusias oleh para peserta didik dan tenaga pendidik, mencerminkan peran strategis Kementerian Agama dalam penguatan pendidikan keagamaan sejak usia dini.

Dalam arahannya, Mustafa menekankan bahwa embel “agama” pada Kementerian Agama membawa konsekuensi besar bagi seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam pelayanan, ibadah, dan akhlak. “Mengabdi di Kementerian Agama berarti membawa umat untuk beribadah, melayani umat dengan sepenuh hati, dan menjadi jalan kebaikan yang bernilai ibadah,” tegasnya.

Mustafa juga mengingatkan bahwa di usia Kementerian Agama yang ke-80, eksistensi Kemenag semakin strategis sebagai wadah pengatur tata kehidupan umat beragama sekaligus penjaga keutuhan NKRI di tengah masyarakat yang majemuk dan heterogen. Momentum ini, menurutnya, harus dimaknai dengan istiqomah dalam pengabdian serta melahirkan program-program yang berdampak nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Terkait program prioritas nasional, Mustafa menyoroti delapan Asta Protas Kementerian Agama sebagai turunan dari program Presiden RI. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menguatkan ekoteologi, terutama pascabencana banjir dan galodo yang melanda sejumlah wilayah. “Eksploitasi alam tanpa keseimbangan akan berdampak buruk. Ekoteologi hadir untuk mengingatkan kita menjaga alam sesuai rambu-rambu syariah, kitabullah dan sunnatullah, dimulai dari lingkungan kerja kita sendiri,” ujarnya.

Usai pembinaan, Kakanwil Kemenag Sumbar menyambut baik berbagai inovasi yang dilahirkan Kemenag Kabupaten Pasaman. Di antaranya Program PAS BANA (Program Sakinah Baca Al-Qur’an Nusantara Aman) dan KABA MINANG (Kamis Berbakti Mantapkan Iman dan Asrikan Lingkungan). Dari MAN 1 Pasaman, lahir sejumlah tabloid kreatif seperti Hikayat dan tabloid kumpulan berita, sementara MTsN 1 Pasaman meluncurkan website madrasah sebagai sarana informasi dan transparansi publik.

Kegiatan pembinaan ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada KUA Kecamatan Mapat Tunggul serta para peserta didik MTsN dan MAN yang menorehkan prestasi di tingkat daerah hingga nasional. Acara ini turut hadir jajaran pejabat struktural Kankemenag Kab. Pasaman, Kepala KUA beserta jajaran, serta Kepala Madrasah.(Tamara) 


Editor: Vera
Fotografer: Aqib