Rangkaian pembinaan aparatur sipil negara yang dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat terus berlanjut. Kali ini, Kamis (22/1/2025), giliran jajaran Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan yang mendapat kunjungan langsung dari Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa.
Kunjungan tersebut berlangsung di Kantor Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan, kawasan Painan. Mustafa hadir didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kanwil Kemenag Sumbar, Ny. Nursofia Mustafa beserta pegurus, dan disambut langsung oleh Kepala Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, bersama jajaran.
Mengawali materi pembinaannya, Mustafa mengajak seluruh ASN Kementerian Agama di Pesisir Selatan untuk merenung dan bercermin. Memasuki awal tahun sekaligus momentum peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama, menurutnya, refleksi menjadi langkah penting sebelum melangkah lebih jauh.
"mari mengevaluasi atas apa yang telah dilakukan sepanjang tahun sebelumnya. Apa yang sudah tercapai, apa yang belum terlaksana, serta sejauh mana tugas pokok dan fungsi dijalankan dengan sungguh-sungguh. Dari sana, kita atur perbaikan dan peningkatan kinerja ke depan" ajaknya.
Tidak hanya soal evaluasi, Mustafa juga mengajak jajaran Kemenag untuk mulai menatap masa depan dengan lebih jelas. Ia menyebut rencana strategis dan visi misi Menteri Agama sebagai pegangan bersama dalam bekerja. Salah satu yang disorot adalah Asta Protas Menteri Agama, khususnya Kurikulum Berbasis Cinta.
Menurut Mustafa, Kurikulum Berbasis Cinta lahir dari kesadaran bahwa Indonesia adalah bangsa yang majemuk, dengan keberagaman yang jika tidak dirawat bisa memicu perpecahan. Ketika ego dan kepentingan sempit lebih dikedepankan, potensi konflik menjadi besar. Di sinilah pendidikan berbasis nilai cinta dan kemanusiaan menjadi penting.
Ia menjelaskan, melalui kurikulum ini, madrasah diharapkan mampu menanamkan nilai toleransi sejak dini. Prinsip dasarnya sederhana, bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Dari kesadaran itu, diharapkan tumbuh sikap saling menghargai dan hidup berdampingan dalam perbedaan.
Sebelumnya, Kepala Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, memaparkan berbagai capaian yang telah diraih jajarannya, termasuk kerja sama lintas sektor yang selama ini terjalin. Ia juga menyampaikan potensi daerah yang dapat terus dikembangkan bersama Kementerian Agama.
Menanggapi hal tersebut, Mustafa menyampaikan apresiasi. Ia berharap potensi yang dimiliki Pesisir Selatan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh jajaran Kemenag hingga ke tingkat bawah, baik dalam bidang keagamaan maupun pendidikan. Kontribusi nyata itu, menurutnya, menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan Kementerian Agama yang benar-benar dirasakan berdampak oleh masyarakat.
Kegiatan pembinaan ini turut dihadiri jajaran pejabat struktural Kemenag Kabupaten Pesisir Selatan, para Kepala Kantor Urusan Agama, serta kepala madrasah di lingkungan setempat.