Pasaman, Humas — Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kementerian Sumatera Barat Ny. Nursofia Mustafa, mengingatkan anggota DWP yang juga sebagai seorang ibu dan istri harus menjadi pondasi utama keluarga.
Ungkapan ini disampaikannya saat memberikan pembinaan kepada anggota DWP Kementerian Agama Kabupaten Pasaman. Hadir Ketua DWP Kemenag Pasaman, Ny. Irma Yasril, pengurus DWP Kanwil Ny. WiraThomas, serta jajaran DWP setempat.
Tiba di Pasaman, Ketua DWP yang hadir bersama Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa didampingi Kakan Kemenag Pasaman, Yasril juga meninjau dan melihat aktifitas belajar mengajar Raudhatul Athfal (RA) binaan DWP Kemenag Pasaman, Rabu (21/1).
Dalam pembinaan yang berlangsung seserhana, Ny. Nursofia menekankan, anggota Dharma Wanita memiliki peran strategis sebagai fondasi utama keluarga. Menurutnya, perempuan—terutama ibu memegang peran sentral dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak.
“Sebagai Dharma Wanita, kita ini ibu-ibu hebat. Di samping mendukung suami, kita juga memegang peran penuh sebagai ibu rumah tangga. Dari A sampai Z, semua kita kerjakan,” ujar Ny. Nursofia.
Nursofia mengajak seluruh anggota Dharma Wanita untuk tidak lelah menguatkan keluarga dan diri sendiri. Ia menegaskan, dari tangan ibu yang ikhlas dan hati yang sabar, Allah menumbuhkan generasi, menjaga keluarga, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Ia menekankan bahwa peran ibu tidak berhenti pada pengelolaan rumah tangga, tetapi juga sebagai madrasah utama bagi anak-anak. Dari keluarga, kata dia, nilai-nilai dasar kehidupan dan pendidikan karakter ditanamkan.
“Kita adalah madrasah utama di keluarga. Bagaimana anak-anak kita berkembang, menempuh pendidikan yang lebih tinggi, itu bukan hanya tanggung jawab bapak, tetapi juga ibu,” tuturnya.
Ny. Nursofia juga mengingatkan bahwa meskipun banyak perempuan berkarier, ibu tetap memiliki waktu interaksi yang lebih intens dengan anak. Karena itu, kehadiran ibu di tengah keluarga menjadi kunci penting dalam tumbuh kembang anak.
“Kita harus menyediakan waktu untuk keluarga. Ibu itu fondasi. Kalau fondasinya kuat, insyaallah anak-anak kita akan tumbuh kuat untuk masa depannya,” lanjutnya.
Ia mengajak para anggota DWP untuk terus menjaga keharmonisan keluarga dan tidak lelah menjalani peran sebagai ibu. Menurutnya, setiap upaya dan pengorbanan yang dilakukan seorang ibu bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
“Kita adalah perempuan kuat dan tangguh. Kalau tidak kuat, kita tidak akan sampai di titik ini. Apa yang kita lakukan untuk keluarga, itu termasuk ibadah yang besar,” ungkapnya.
Selain itu, Ny. Nursofia menekankan pentingnya peran Dharma Wanita untuk berbaur dengan masyarakat luas. Ia mengingatkan bahwa keluarga besar Kementerian Agama kerap menjadi rujukan di tengah masyarakat, terutama dalam hal keagamaan.
“Kita tidak bisa hanya bergaul dengan lingkungan kita sendiri. Di masyarakat, kita sering dianggap punya pengetahuan agama. Maka mau tidak mau, kita harus terus belajar dan meningkatkan pemahaman,” katanya.
Menutup pembinaan, Ny. Nursofia mengajak para ibu untuk tetap waspada terhadap tantangan zaman, terutama dalam mendampingi anak-anak di era digital. Ia menegaskan bahwa pengawasan, pendampingan, dan komunikasi dalam keluarga menjadi tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan.
“Jangan putus asa, jangan bosan. Kodrat kita sebagai ibu adalah yang terbaik yang Allah ciptakan untuk keluarga kita,” pungkasnya.
Melalui pembinaan ini, Ny. Nursofia mengajak seluruh anggota Dharma Wanita untuk tidak lelah menguatkan keluarga dan diri sendiri. Ia menegaskan, dari tangan ibu yang ikhlas dan hati yang sabar, Allah menumbuhkan generasi, menjaga keluarga, dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
Ia menutup dengan harapan agar setiap anggota Dharma Wanita tetap kuat, ikhlas, dan sabar dalam menjalani peran. Sebab dari rumah yang hangat dan hati seorang ibu, lahir keluarga yang kokoh dan penuh keberkahan.