Padang, Humas– Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Sumatera Barat menggelar silaturahmi dan rapat kerja bersama jajaran pengurus DPC dan DPAC se-Sumatera Barat, Senin malam (17/02/2026).
Rapat yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga melahirkan terobosan baru dalam penyelenggaraan ajang prestisius, Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah Takmiliyah (PORSADIN) ke-7 tingkat provinsi.
Dimulai pukul 21.00 WIB hingga larut malam, kegiatan ini dihadiri oleh unsur Dewan Kehormatan (DKE), pengurus DPW, DPC, dan DPAC. Hadir pula memberikan arahan langsung Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Joben, yang menandai eratnya sinergi antara FKDT dan Kemenag selaku pembina.
Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai jalannya pertemuan. Ketua DPW FKDT Sumatera Barat, Firdaus Gani, memaparkan secara komprehensif capaian program kerja organisasi selama dua tahun terakhir. Mulai dari bidang organisasi, pendidikan, pengembangan bakat dan minat, amal usaha, hingga sosial.
“Banyak dinamika dan tantangan yang kami hadapi di lapangan. Namun, Alhamdulillah, berkat kebersamaan, komunikasi yang intens, dan komitmen kuat dari seluruh jajaran pengurus, semua dapat kita selesaikan dengan baik,” ujar Firdaus Gani dalam paparannya.
Ia menegaskan bahwa soliditas internal adalah kunci utama keberhasilan tersebut. Hal ini pula yang diapresiasi penuh oleh Kanwil Kemenag Sumbar.
Dalam arahannya H. Joben mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi. Pria yang akrab disapa Joben ini menegaskan bahwa Kanwil Kemenag akan terus hadir mendampingi, membina, sekaligus melakukan pengawasan agar seluruh program FKDT berjalan pada rel yang benar.
“FKDT Sumatera Barat telah banyak membantu pelaksanaan tugas pokok Kementerian Agama di daerah. Karena itu, sinergi yang sudah terbangun dengan baik ini harus terus kita jaga dan perkuat. Jangan sampai ada celah yang membuat organisasi ini goyah,” tegasnya.
Puncak pembahasan dalam rapat tersebut adalah persiapan menuju PORSADIN ke-7 Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang direncanakan berlangsung pada 22–24 Juni 2026. DPC FKDT Kota Padang yang diwakili ketuanya, Syaifudin Zuhri, menyatakan kesiapan penuh sebagai tuan rumah.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah lahirnya kesepakatan revolusioner mengenai pola penyelenggaraan. Sebuah terobosan baru diusulkan langsung oleh Ketua DPW Firdaus Gani dan mendapat sambutan positif dari seluruh peserta rapat. Pola baru tersebut menerapkan prinsip satu panitia, satu RAB, dan satu sistem penggalangan dana yang terpusat atas nama Panitia Pelaksana.
Dengan sistem ini, tidak akan ada lagi istilah penggalangan dana mengatasnamakan DPW, DPC, Kanwil, maupun Kemenag. Semua alur keuangan akan terintegrasi dan transparan di bawah kendali satu komando panitia.
“Dari pengalaman enam kali pelaksanaan PORSADIN sebelumnya, banyak pelajaran berharga yang kami petik. Pola baru ini kami rancang agar lebih efektif, efisien, dan yang terpenting adalah memudahkan pengawasan serta penyusunan laporan pertanggungjawaban,” jelas Firdaus Gani.
Dengan sistem ini, pengendalian kinerja panitia diyakini akan lebih mudah, transparan, dan akuntabel, sehingga meminimalisir potensi miskomunikasi dan tumpang tindih wewenang.
Silaturahmi dan rapat yang berlangsung hingga pukul 23.30 WIB ini diharapkan menjadi momentum penguatan konsolidasi FKDT se-Sumatera Barat sekaligus langkah strategis dalam menyukseskan agenda besar organisasi ke depan, khususnya PORSADIN VII.
“Kami berharap PORSADIN VII nanti bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum silaturahmi dan kebanggaan bagi seluruh santri diniyah takmiliyah. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat Kota Padang, semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap tahapan persiapannya,” tutup Firdaus Gani dengan penuh harap.
Kesepakatan pola baru ini pun dinilai sebagai langkah maju dalam tata kelola organisasi FKDT yang semakin modern, transparan, dan profesional.(vera)