RA Ikhlas Sambut Silaturahmi Perdana Ketua DWP Kanwil Kemenag Sumbar, Nursofia Mustafa Tekankan Fondasi Karakter Sejak Usia Dini.

Padang, Humas – Suasana riang dan penuh antusiasme menyambut kedatangan tokoh penting di halaman RA Ikhlas, Rabu (26/10/2025). Sekitar pukul 10.00 WIB, senyum malu-malu namun berseri dari puluhan siswa RA Ikhlas menjadi pemandangan pertama yang menyita perhatian. Mereka telah duduk rapi, dipandu guru-guru yang tak kalah semangat, menyambut silaturahmi perdana Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Ny. Nursofia Mustafa.

Kunjungan yang penuh kehangatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris DWP Kanwil Kemenag Sumbar, Ny. Lili Fitriani Edison, serta sejumlah pengurus inti lainnya, menandai komitmen DWP untuk terus bersinergi dengan unit pendidikan di bawah binaan Kemenag Sumbar.

Tanpa sungkan, Ny. Nursofia langsung menyapa dan berbaur dengan para siswa begitu tiba di aula sekolah. Sambutannya tidak berlangsung secara formal, melainkan dibuka dengan dialog interaktif dan ringan bersama anak-anak. Strategi ini berhasil mencairkan suasana, menjembatani jarak, dan menciptakan keakraban yang langsung terasa antara tamu agung dengan para siswa.

Memahami bahwa kunjungannya bertepatan dengan semarak peringatan Hari Guru Nasional, Ny. Nursofia menyelipkan pesan mendalam yang khusus ditujukan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa di RA Ikhlas.

Dalam arahannya, Ny. Nursofia menekankan betapa krusialnya fase usia dini sebagai periode emas (golden age) yang menentukan pembentukan akhlak dan karakter seorang anak.

“Insya Allah, Allah beri kita kesehatan dan kekuatan untuk mendidik anak-anak ini agar menjadi generasi yang bermanfaat, bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat mereka,” ucapnya penuh keyakinan.

Ia dengan tegas membedakan peran RA dari taman kanak-kanak umum. Kurikulum RA, menurutnya, telah mengintegrasikan nilai-nilai agama sebagai fondasi karakter yang kokoh.

“Setamat dari RA, mereka akan masuk ke berbagai jenjang KSBB, KSB, negeri ataupun swasta. Namun yang paling penting adalah bekal yang melekat pada diri mereka: karakter, akhlak, sopan santun, serta kemampuan menghormati guru dan orang tua,” tambahnya, menggambarkan output yang diharapkan dari pendidikan RA.

Nursofia tidak lupa mengalirkan pujian dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan ustazah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan peserta didik adalah buah dari ketulusan dan kerja keras para pendidik.

“Keberhasilan anak-anak kita bukan terjadi begitu saja. Itu hasil perjuangan guru-guru, ustazah-ustazah yang setiap hari mencurahkan kesabaran dan kasih sayang,” jelasnya.

Lebih dari sekadar pengajar huruf dan angka, ia menyebut tugas guru RA adalah sebagai pembentuk kepribadian yang akan melekat pada anak hingga dewasa. Untuk memperkuat peran ini, ia mengajak seluruh orang tua murid untuk membangun kolaborasi yang solid dengan pihak sekolah.

“Jika guru dan orang tua satu visi, insya Allah pembelajaran berjalan mudah. Kita tidak mungkin menjerumuskan anak-anak, kita ingin masa depan mereka lebih baik,” tegasnya.

Ia juga berpesan agar para guru senantiasa menjaga kesabaran, menggunakan komunikasi yang lembut, dan menyesuaikan metode pembelajaran dengan usia psikologis anak, di mana keteladanan menjadi metode utama yang paling efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala RA Ikhlas, Ihdassadri, memaparkan berbagai program unggulan yang menjadi andalan lembaganya. Mulai dari Tahfiz, Tilawah, Mewarnai, Tari, hingga Pilgacil (Pilgrim Cilik) berjalan secara rutin. Capaian membanggakan juga ditorehkan dengan lebih dari 60 murid yang telah menyelesaikan program akuran.

Prestasi RA Ikhlas pun tidak main-main. Lembaga ini kerap menyandang gelar juara umum di tingkat kota dan provinsi. Para gurunya juga aktif dan berprestasi, bahkan hingga ke tingkat nasional dalam lomba Alat Permainan Edukasi (APE). Akreditasi A yang disandangnya mengukuhkan kualitas institusi.

Beberapa pekan sebelum kunjungan ini, RA Ikhlas kembali mencatatkan namanya di berbagai lomba tingkat Kota Padang, seperti juara Tahfiz, juara doa harian, dan juara harapan mewarnai.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian Ny. Nursofia adalah program “Lomba Ranking 1” yang diadaptasi untuk anak usia dini. Biasanya lomba semacam ini diperuntukkan bagi siswa MI hingga MAN, namun RA Ikhlas melihatnya sebagai sarana latihan konsentrasi dan disiplin yang efektif. Rencananya, lomba ini akan menjadi agenda tahunan dan berpotensi dikembangkan menjadi event kolaboratif antar RA se-Sumbar.

Acara silaturahmi mencapai puncak keceriaannya saat penyerahan hadiah untuk para pemenang rangkaian lomba memeriahkan Hari Guru, termasuk Lomba Ranking 1 dan Pacu Jalur antar murid, serta Nyanyi Berantai untuk para guru. Antusiasme dan kegembiraan anak-anak semakin menjadi-jadi ketika sesi dongeng bersama Story Teller Nasional, Nofri Annisa, dimulai. Aula sekolah bergema dengan tawa dan sorak-sorai, mengakhiri pertemuan dalam nuansa yang hangat dan berkesan.

Usai rangkaian temu ramah, rombongan DWP dipimpin Ny. Nursofia melakukan peninjauan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana RA Ikhlas. Perhatian khusus diberikan pada ruang UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) yang sedang dipersiapkan untuk mengikuti perlombaan tingkat daerah.

Ny Nursofia beserta jajaran memberikan apresiasi atas kesiapan yang tampak dan menyampaikan sejumlah masukan konstruktif terkait kerapian, kebersihan, penataan alat kesehatan, hingga kelengkapan administrasi untuk memaksimalkan peluang kemenangan.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi pemantik untuk semakin mempererat hubungan antara DWP Kanwil Kemenag Sumbar dengan seluruh lembaga pendidikan di bawah naungannya.

Ny. Nursofia menegaskan komitmennya bahwa DWP akan terus hadir dan aktif mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan, mulai dari pembinaan akhlak, peningkatan kesejahteraan guru, hingga penguatan sarana dan prasarana yang menunjang proses belajar mengajar yang optimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Editor: Vethria Rahmi
Fotografer: Nadila