Rakor IPARI 50 Kota, kakankemenag; Petakan Wilayah Kerja, Maksimalkan Tupoksi

Limapuluh Kota, Humas - "Masing-masing penyuluh harus memetakan wilayah kerja dan program, sehingga tupoksi berjalan maksimal dan outputnya dirasakan oleh umat"

Hal ini disampaikan kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Limapuluh Kota, H. Irwan, saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Program Tahun 2026 Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), Selasa (3/1), di Aula Serbaguna kantor setempat.

Rapat Koordinasi yang dijembatani oleh Seksi Bimas ini mengusung tema "Perencanaan SKP dan Optimalisasi Pengisian Laporan E-PA Penyuluh Agama". Dalam arahannya Kepala Kantor menekankan agar penyuluh memahami tugas dan fungsi penyuluh. Penyuluh harus berdampak bagi masyarakat dalam memberikan pencerahkan keagamaan.

“Penyuluh juga harus memiliki identifikasi permasalahan dari masyarakat, remaja, hingga permasalahan lintas sektoral, sehingga apa yg menjadi tujuan penyuluhan dapat dicapai,” ungkap Kepala Kantor.

Selanjutnya Kepala Kantor menyebut, salah satu program bagi penyuluh yang sangat urgen adalah Pembinaan Penyelenggaraan Jenazah. Kegiatan ini menjadi spesifikasi penyuluh, merupakan ruang praktek dan merangkul masyarakat hingga mereka mampu menyelenggarakan jenazah. Inilah bagian dari output tugas penyuluh.

"Berikan dampak signifikan bagi masyarakat karena tugas penyuluh merupakan beban moral yang akan dipertanggungjawabkan, bukan hanya kepada negara, namun juga kepada Allah SWT," tutup Kepala Kantor.

Rapat Koordinasi dihadiri Kasi Bimas Islam, Gunawan Bulfi, Ketua IPARI, Andika Figora, dan Penyuluh se Kabupaten Limapuluh Kota dengan total jumlah 66 orang.(Nina)


Editor: Vera
Fotografer: Nina