Padang, Humas - Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat membuka tahun 2026 dengan refleksi dan perencanaan langkah selanjutnya. Hal itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam yang digelar di Aula Amal Bhakti I Kanwil Kemenag Sumbar, Rabu (4/2/2026).
Rapat dibuka oleh Kepala Bidang PAPKIS, Joben. Dalam sambutannya, ia mengajak peserta melihat kembali perjalanan satu tahun ke belakang, khususnya dinamika yang dihadapi sepanjang tahun 2025.
Menurut Joben, tahun lalu menjadi masa yang cukup sulit. Di penghujung tahun, sejumlah wilayah di Sumatera Barat dilanda bencana alam yang berdampak langsung pada pondok pesantren. Hingga kini, proses pemulihan masih terus berjalan dengan dukungan dari Kementerian Agama pusat.
Pengalaman tersebut, kata Joben, tidak bisa dilepaskan dari perencanaan ke depan. Ia menyebut, 2026 juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama karena beberapa program harus dijalankan tanpa dukungan anggaran yang memadai.
Kondisi itu diakuinya sebagai kendala, namun bukan alasan untuk berhenti. Joben menegaskan, program yang sudah dirancang tetap harus dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan kolaboratif.
Salah satu jalan yang ditawarkan adalah mengaitkan program Bidang Papkis dengan kegiatan pemerintah daerah serta pemberdayaan masyarakat. “Kita harus optimis. Pasti ada jalan kalau mau bergerak bersama,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, Joben juga menyinggung agenda penting PORSADIN. Pelaksanaan PORSADIN Nasional tahun ini dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah. Sumatera Barat datang dengan modal prestasi yang cukup baik pada pelaksanaan sebelumnya yaitu berhasil meraih peringkat empat nasional. Capaian itu menjadi standar yang ingin dipertahankan, bahkan ditingkatkan pada tahun ini. Untuk menjaga kualitas dan kesiapan peserta, pelaksanaan PORSADIN di tingkat provinsi dinilai mutlak dilakukan. Proses pembinaan sejak daerah menjadi kunci agar prestasi tidak sekadar bergantung pada momentum ujarnya. (Tamara)
Arahan lain yang disampaikan Joben adalah pembentukan Kelompok LPQ, sebagaimana instruksi Kepala Kanwil Kemenag Sumbar. Pembentukan kelompok ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan pembinaan lembaga pendidikan Al-Qur’an di daerah.
Setelah sesi pembukaan, rapat dilanjutkan dengan pemaparan program dari masing-masing ketua tim kerja. Paparan disampaikan oleh Ketua Tim Kerja PAI PAUD dan Dasar, PAI Menengah, Pontren dan Ma’had Aly, Sisfo dan Kesetaraan, serta LPQ dan MDT.
Dari rangkaian penjelasan tersebut, program LPQ Bersinar menjadi salah satu yang mendapat perhatian. LPQ Bersinar merupakan singkatan dari Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Berdampak, Berprestasi, dan Bersinergi. Seperti yang disebutkan Joben sebelumnya, program ini ditetapkan sebagai prioritas dan menjadi bagian dari arah kebijakan Menteri Agama RI yang diturunkan ke daerah. Program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sekaligus peran sosial lembaga pendidikan Al-Qur’an.
Rapat koordinasi ini diikuti oleh para ketua tim kerja di lingkungan Bidang Papkis, staf Papkis Kanwil Kemenag Sumbar, Kepala Seksi PAI, Pontren, Pakis, dan Pendis Kemenag kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, serta para operator seksi.