Rapat Evaluasi PPIH Sukses Digelar

Padang, Humas - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Debarkasi Padang digelar Selasa (16/7) bertempat di Aula Asrama Haji Embarkasi Debarkasi Padang. Hadir membuka rapat, Sekretaris PPIH H. Ramza Husmen yang juga dihadiri Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Padang dr. Mawari Edy, GM Garuda Indonesia Branch Padang Radhitya Prastanika, Kepala Dinas Perhubungan Prov. Sumbar Dedy Diantolani, Kepala Kantor Imigrasi yang diwakili Yusnovi Putra, dan Perwakilan Dinas Kesehatan Prov. Sumbar Fionaliza serta anggota PPIH Provinsi Sumatera Barat didampingi Koordinator P3IH Sumatera Barat.
Dalam Rapat tersebut, Ramza Husmen menyampaikan permintaan maaf Ketua PPIH H. Mahyudin yang juga Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, dikarenakan di waktu bersamaan, Beliau sedang mengikuti Diklat PKN di Jakarta. Mawari Edy dalam rapat membahas perihal kenyamanan Jamaah Haji di Asrama Haji sewaktu pelayanan kesehatan. Selain itu Jamaah Haji yang sedang dirawat tidak mendapatkan konsumsi dari bagian konsumsi PPIH. Permasalahan lain yaitu untuk distribusi Jamaah Haji yang sakit ke tempat layanan kesehatan menggunakan kursi roda. Hendaknya kalau dapat bisa menggunakan Brankar demi kenyamanan pasien dalam pelayanan.
Mawari Edy juga menyebutkan bahwa beberapa pasien mengalami gangguan kesehatan mata yang mana bila terkena cahaya, matanya menjadi silau dan sulit untuk melihat. Hal ini banyak mengakibatkan Jamaah Haji mengalami kepleset di kamar mandi sehingga menjadi cedera. Untuk itu perlu adanya anti slip tidak hanya di kamar saja, tetapi di kamar mandi atau toilet umum yang digunakan Jamaah Haji lansia. Selanjutnya perihal air bersih yang terkadang tidak tersedia atau mati saat pemanfaatan kamar mandi umum atau toilet. Terakhir juga pihak BKK Kelas I Padang akan tetap melakukan monitoring kesehatan terhadap unit yang terlibat dalam kegiatan Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji untuk memastikan tidak ada penyakit yang akan menular selama proses berlangsung. Untuk itu perlu adanya checking terakhir sebelum Jamaah Haji masuk asrama tentang hal - hal yang telah dikemukakan diatas. 
Radhitya Prastanika mengucapkan terima kasih atas kerjasama semua pihak atas terselenggaranya pelaksanaan Haji di Sumbar dengan baik dan lancar. Lalu Radhitya membahas perihal faktor mendaratnya beberapa penerbangan di Hyderabad India dikarenakan pengecekan teknis penerbangan. Selanjutnya Pemanfaatan Garbarata untuk Jamaah Haji Bengkulu dikarenakan mereka akan melanjutkan penerbangan dengan pesawat lainnya. Selain itu perihal Koper yang berada tidak pada tempatnya dikarenakan padatnya jadwal penerbangan di Medinah dan Jeddah. Perihal makanan, pihak Garuda akan melakukan peningkatan makanan daerah baik disisi varian dan kuantitasnya. Di lain aspek, pemanfaatan Pramugari yang dapat berkomunikasi dengan bahasa daerah, khususnya Minang. Terakhir Pihak Garuda akan berkoordinasi dengan pihak Gapura untuk menggunakan dua kanopi tangga agar Jamaah tidak terkena teriknya panas matahari ataupun terpaan hujan.
Dedy Diantolani membahas perihal jadwal yang bukannya mengalami keterlambatan, malah lebih dipercepat, hal ini tentu menjadi nilai tambah buat Pihak Garuda. Lalu Pak Kadis membahas perihal pemanfaatan toilet untuk setiap titik, termasuk di mobil Damri dan di Garuda. Toiletnya tersedia, tapi airnya tidak ada. di lain aspek Dedy membahas perihal beberapa kursi Garuda yang tidak dapat direbahkan. Terakhir Dedy juga mengapresiasi tentang pelaksanaan pemulangan Jamaah Haji tanpa adanya acara seremonial.
Yusnovi Putra membahas perihal masalah keimigrasian yang berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini dikarenakan keterlibatan seluruh stakeholder yang bersinergi bersama demi kelancaran pelaksanaan haji. Hanya ada beberapa persoalan teknis terkait paspor Jamaah Haji Lansia yang mengalami robek dan kotor, namun hal tersebut dapat ditindaklanjuti dengan baik.
Fionaliza membahas perihal ketidakhadiran Kepala Dinas Kesehatan dikarenakan kunjungan dari pihak Kementerian Kesehatan Jakarta. Selanjutnya Fionaliza membahas perihal adanya penggunaan obat yang tidak rasional dan digunakan tanpa sepengetahuan pihak dokter dan tenaga medis. Lalu ada di Kloter 17 itu hanya memberangkatkan 1 dokter dan 1 perawat. hal ini tentu membuat pelayanan kesehatan Jamaah Haji pada kloter tersebut tidak optimal. Untuk itu hal ini tentu perlu jadi perhatian kedepannya. Terakhir tentang penginapan yang tersedia di Asrama Haji. Beberapa pendamping Jamaah Haji baik itu dari pihak Kemenag maupun dari stakeholder terkait tidak tersedia, sehingga pelayanan kesehatannya tidak optimal dan maksimal.
Selepas pembahasan, ada beberapa masukan yang disampaikan oleh peserta rapat yang hadir. Pertama dari Fauqa Nuri Ichsan yang menyampaikan perihal pelaksanaan distribusi koper dari Bandara ke Bus Jamaah Kabupaten Kota yang berjalan dengan baik, walaupun ada beberapa koper Jamaah yang mengalami pendaratan selain di Bandara Internasional Minangkabau, namun hal ini dapat diselesaikan dengan baik. Terakhir adalah perihal tas Jamaah yang tercecer yang berisi perlengkapan shalat, hingga saat ini tidak ada klaim atas barang tersebut.
Epi Yoskar dan Zilwadi menanyakan kepada pimpinan rapat perihal pemanfaatan kembali VIP Bandara sebagai tempat penyambutan Jamaah Haji oleh Pejabat dan Pimpinan Daerah Kabupaten Kota. Hal ini dikarenakan penyambutan Jamaah Haji bersama Pimpinan dan Pejabat di Kargo dirasa kurang elok dipandang.


Rhama Eka Putra selaku perwakilan publikasi dan humas menyampaikan perihal laporan publikasi dan dokumentasi pemberitaan pemulangan Jamaah Haji yang telah dijilid. Selain itu juga ada dokumentasi berupa audio visual semua pemulangan kloter Jamaah Haji, Rapat dan Reviu pelaksanaan pemulangan Haji, serta video testimoni Jamaah Haji yang disimpan dalam flashdisk. Terakhir Laporan Survey Kepuasan Layanan Jamaah Haji Sumatera Barat yang juga diserahkan kepada Sekretaris PPIH H. Ramza Husmen.


Editor: Rhama
Fotografer: Rhama