Lubuk Basung — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kabupaten Agam, Rabu (14/1). Pembinaan ini menjadi momentum awal tahun untuk mengajak ASN melakukan refleksi sekaligus menyusun proyeksi kinerja ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Serbaguna Hotel Sakura Syariah, Lubuk Basung, tersebut diikuti seluruh jajaran ASN Kemenag Agam, mulai dari pejabat struktural, kepala KUA, kepala madrasah, pengawas, hingga penyuluh agama.
Dalam arahannya, Kakanwil menegaskan bahwa awal tahun adalah waktu yang tepat untuk berhenti sejenak, menilai perjalanan yang telah dilalui, lalu menata langkah ke depan dengan lebih terukur.
“Di awal tahun ini ada dua hal penting yang perlu kita lakukan, yakni refleksi dan proyeksi. Refleksi adalah muhasabah, sejauh mana program yang telah kita rencanakan benar-benar tercapai. Sementara proyeksi adalah cara kita memandang masa depan, merumuskan visi, dan melahirkan terobosan-terobosan baru,” ujar Mustafa.
Menurutnya, pembinaan ASN bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan ruang untuk maulang kaji—mengulang kembali pemahaman dasar agar potensi yang ada tidak terpendam.
“Pembinaan ini penting untuk membangkitkan potensi yang mungkin tertidur. Sebagai ASN, kita harus benar-benar memahami tugas, fungsi, dan posisi kita masing-masing, serta bertanggung jawab penuh atas amanah yang diemban,” tegasnya.
Mustafa juga menekankan pentingnya kesadaran peran ASN Kementerian Agama sebagai pelayan publik yang tidak hanya bekerja administratif, tetapi juga membawa nilai dan keteladanan di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam, H. Thomas Febria, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakanwil Kemenag Sumbar beserta rombongan. Ia menilai pembinaan ini menjadi energi baru bagi ASN Kemenag Agam dalam memulai tahun kerja.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Kakanwil, termasuk perhatian Kementerian Agama RI terhadap madrasah dan lembaga keagamaan di Kabupaten Agam, terutama pascabencana yang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Pembinaan ASN tersebut turut dirangkai dengan penyerahan piagam Anugerah GTK Kementerian Agama kategori Guru Berdedikasi, sertifikat Olimpiade Madrasah Indonesia, serta bantuan bagi penyuluh agama yang terdampak bencana melalui PP IPARI RI.
Melalui pembinaan ini, Kakanwil berharap ASN Kementerian Agama Kabupaten Agam dapat melangkah lebih solid, bekerja lebih terarah, dan menghadirkan kinerja yang berdampak nyata bagi umat dan masyarakat sepanjang tahun berjalan.