PADANG, Humas - Menindak Lanjuti Kepdirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor 10048 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) pada MAN IC, MAN PK, MAN Kejuruan, dan MAN Unggulan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat bersama MAN Insan Cendekia Padang Pariaman dan MAN Program menggelar Kegiatan sosialisasi Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) MAN Insan Cendekia dan MAN Program Keagamaan Tahun Pelajaran 2026/2027 bertempatan di Aula Amal Bhakti I Kanwil Kemenag Sumbar, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang temu penting antara kebijakan pusat dan realitas madrasah di daerah. Kanwil Kemenag Sumbar memposisikan diri sebagai penghubung agar informasi seleksi tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dipahami oleh kepala madrasah dan guru yang sehari-hari mendampingi siswa.
Sosialisasi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Hendri Pani Dias. Dalam sambutannya, Hendri menyampaikan bahwa agenda ini bukan sekadar penyampaian teknis penerimaan siswa, tetapi bagian dari upaya menyiapkan madrasah agar siap menghadapi perubahan.
Menurut Hendri, bidang pendidikan madrasah pada 2025 mendapat mandat untuk memperkuat akselerasi antara pusat dan daerah. Setiap kebijakan baru, termasuk pola seleksi dan arah pengembangan MAN unggulan, harus segera dipahami di daerah agar tidak terjadi jarak informasi.
Ia menyebutkan bahwa anggaran pendidikan madrasah yang diterima dari pusat mencapai Rp158,967 miliar, di luar dana BOS dan dukungan dari forum guru mata pelajaran. Anggaran ini, kata Hendri, adalah peluang sekaligus tantangan bagi madrasah untuk terus meningkatkan kualitas.
“Dengan perubahan yang terjadi, baik kurikulum, sarana, prestasi siswa, maupun kelembagaan, madrasah mau tidak mau harus menyesuaikan diri,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan kepala madrasah yang mampu bergerak seirama dengan perubahan.
Hendri menilai, banyak persoalan muncul bukan karena kurangnya aturan, tetapi karena respon yang tidak maksimal. Ada yang ragu bertindak, ada pula yang bertindak tanpa perhitungan matang. Keduanya sama-sama berisiko menghambat kemajuan.
Ia juga mengajak peserta melihat proses belajar dari sisi siswa. Menurutnya, siswa idealnya sampai pada tahap memahami, mengadopsi, dan merefleksikan pembelajaran. Jika tuntutan itu diberikan kepada siswa, maka guru dan kepala madrasah pun harus berada pada level yang sama.
“Orang yang tidak punya sesuatu, tidak bisa memberi sesuatu. Ini menjadi refleksi bersama bagi kita semua,” ucapnya, disambut anggukan peserta yang memenuhi aula.
Dalam konteks itulah, Hendri menyebut jumlah siswa yang berhasil masuk ke MAN IC dan MAN PK dapat menjadi salah satu cermin kemampuan pembinaan di madrasah tsanawiyah. Bukan untuk saling membandingkan, tetapi untuk melihat sejauh mana proses pendidikan berjalan.
Sebagai bentuk apresiasi, Kanwil Kemenag Sumbar memberikan piagam penghargaan dan merchandise kepada madrasah tsanawiyah dengan lulusan terbanyak yang diterima di MAN IC Padang Pariaman. Penghargaan tersebut diberikan kepada MTsN 1 Bukittinggi dengan 16 alumni, MTsN Kota Padang Panjang 13 alumni, MTsN 2 Padang Pariaman 4 alumni, dan MTsN 1 Pasaman 4 alumni.
Untuk MAN PK Padang Panjang, penghargaan diterima oleh MTsN 1 Bukittinggi dengan 4 alumni, SMP IT An Nahl 3 alumni, serta SMPN Madani Pekanbaru 3 alumni. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kerja panjang madrasah dalam membina siswa.
Selain madrasah, Kanwil Kemenag Sumbar juga memberikan penghargaan kepada alumni berprestasi. Mereka adalah Zaid Fadhkhurrahman dari MTsN Kota Padang Panjang dan Aisyah Ramadhani dari Ponpes Ibu Qoyyum, yang dinilai berhasil menunjukkan capaian akademik dan karakter yang menonjol.
Setelah sesi penghargaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan teknis SNMB oleh Kepala MAN IC Padang Pariaman, Hendrisakti Hoktovianus, dan Kepala MAN PK Padang Panjang, Dariman. Keduanya menjelaskan alur seleksi, persyaratan, serta hal-hal penting yang perlu dipersiapkan madrasah dan calon peserta.
Pemaparan ini memberi gambaran utuh tentang proses seleksi, mulai dari tahapan administrasi hingga penilaian, sehingga madrasah tidak hanya mengandalkan informasi sepotong-potong.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Kerja di lingkungan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumbar, kepala madrasah tsanawiyah negeri dan swasta dan jajaran, serta tenaga pendidik madrasah tsanawiyah se-Sumatera Barat.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Sumbar berharap madrasah semakin siap mendampingi siswa menghadapi seleksi nasional, tanpa meninggalkan nilai pembinaan karakter dan keagamaan yang menjadi ciri madrasah. Lebih dari itu, sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah kecil namun konsisten dalam membangun madrasah yang adaptif, percaya diri, dan terus bergerak maju mengikuti perubahan zaman.