Padang – Hujan yang mengguyur dengan intensitas tinggi di bulan Desember 2025 meninggalkan duka dan kerusakan di sejumlah wilayah Sumatera Barat. Bencana banjir dan tanah longsor tak hanya merenggut harta benda, tetapi juga menguji ketahanan jiwa para korban. Di tengah situasi tersebut, solidaritas dari keluarga besar DWP Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumbar bangkit, menjadi pelipur dan penguat bagi rekan-rekan seperjuangan.
Di bawah komando Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Sumbar Ny Nursofia Mustafa, pengurus DWP dengan sigap menginisiasi penggalangan dana secara internal. Hasilnya, bantuan berhasil disalurkan kepada 15 keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Sumbar yang terdampak langsung oleh musibah tersebut.
Bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian sesama keluarga besar institusi, meski diakui Nursofia, bantuan tersebut sifatnya “ala kadar” dan sebagai bentuk dukungan moral.
“Ini inisiatif kami bersama untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Mungkin belum seberapa, tapi harapannya bisa meringankan beban dan memberi sedikit kelegaan setelah musibah ini terjadi,” ujar Nursofia Mustafa usai mengikuti upacara HAB di halaman Kanwil Kemenag Sumbar Sabtu (03/01/26).
Ia berharap, dengan adanya perhatian ini, para ASN terdampak dapat kembali melanjutkan aktivitas dan menata kehidupan dengan semangat baru.
“Semoga bantuan ini membawa berkah dan bencana ini cepat berlalu,” tambahnya dengan penuh harap didampingi Sekretaris DWP Ny Lily Fitriani Edison dan Ny Wermayuda Hendri Pani Dias, Ny Yas Yosef Chairul, Ny Yeni Asnidar Abrar Munanda dan Ny Suyati Muryadi Eko Priyanto.
Lebih dari sekadar bantuan materi, Nursofia menyampaikan pesan spiritual yang mendalam untuk menguatkan para korban. Ia menilai bencana yang melanda bumi Minangkabau ini bukan semata musibah, melainkan ujian dari Allah SWT yang mengandung hikmah berharga.
“Ini adalah ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita agar dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dalam setiap peristiwa,” tegasnya. Hikmah pertama, menurutnya adalah sebagai peringatan untuk senantiasa waspada dan introspeksi diri, baik sebagai manusia maupun sebagai hamba-Nya. Ujian ini, lanjut Ketua DWP seharusnya semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, memantik rasa syukur, dan mengingatkan akan segala nikmat yang sering terlupa.
“Hikmah kedua, ini harus menjadi pemacu semangat untuk bangkit menjadi hamba yang lebih bersyukur dan bertawakal,” jelas Nursofia.
Ia mengakui betapa beratnya kehilangan harta benda dan fasilitas, serta terganggunya rasa nyaman. Namun, keyakinan bahwa “setelah kesulitan pasti ada kemudahan” dari Allah SWT harus menjadi pegangan kuat.
Hikmah ketiga yang ditekankannya adalah momentum untuk memperbaiki diri secara total. “Baik dari segi spiritual maupun sosial di tengah masyarakat. Ujian ini mengajarkan kita untuk lebih peduli, lebih solid, dan lebih tangguh,” ujarnya.
Di akhir pesannya, Ketua DWP Kemenag Sumbar itu menyemangati keluarga terdampak untuk tetap teguh dan optimis.
“Percayalah, ujian dari Allah adalah untuk menaikkan derajat kita. Kehidupan harus terus berlanjut dengan semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Mari kita bangkit bersama, saling menguatkan, dan menata kembali masa depan dengan penuh keyakinan,” pungkas Nursofia Mustafa.
Ia berharap aksi nyata dari DWP Kemenag Sumbar ini menjadi secercah cahaya di antara kepedihan.
Diyakininya gerakan ini tidak hanya meringankan beban materi, tetapi juga menyuntikkan energi spiritual dan psikologis, mengingatkan semua pihak bahwa dalam setiap ujian, ada ruang untuk tumbuh, peduli, dan menjadi lebih kuat sebagai sebuah organisasi.
Sebagai informasi dua orang ASN mewakili secara simbolik penyerahan bantuan yang berlangsung di Ruang Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumbar. (vera)