Sumbar Pantau Hilal di 15 Titik, Kakanwil Sumbar Ajak Masyarakat Hormati Perbedaan Awal Ramadan

Padang – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat melaksanakan pemantauan hilal awal Ramadan 1447 Hijriah di 15 titik. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan penentuan awal Ramadan. Hasil pemantauan akan dihimpun sebagai bahan sidang isbat Kementerian Agama.

Pemantauan Hilal dibuka Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa didampingi Kabid Urais Yosef Chairul. Hadir Gubernur diwakili Kepala Biro Kesra, Edi Dharma Syafni, Ketua BMKG Suhaidi, Ketua Badan Hisab Rukyat Asasri Warni, Kabag TU Edison, dan Kabid Penais Zawa Abrar Munanda.

Pemantauan hilal ini kolaborasi Kanwil Kemenag Sumbar, BMKG, Yim BHR dan Ormas Keagamaan. Sejumlah masyarakat turut hadir menyaksikan langsung proses pemantauan hilal ini di Masjid Al Hakim Padang, Selasa (17/2/2026).

Mustafa menyampaikan, tahun ini terdapat perbedaan awal pelaksanaan puasa. Ia meminta masyarakat menyikapi potensi tersebut dengan sikap saling menghormati. Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan.

“Sebagian saudara-saudara kita mungkin besok sudah mulai dan sebagian lagi hari Kamis,” ujarnya. Ia menegaskan seluruh umat tetap memulai puasa pada 1 Ramadan. Perbedaan tersebut, kata dia, harus disikapi dengan tasamuh dan saling menguatkan.

Mustafa menjelaskan, hasil pemantauan dari 15 titik akan dihimpun dan direkap oleh tim daerah. Hasil tersebut selanjutnya menjadi bahan dalam sidang isbat Kementerian Agama RI. Penetapan 1 Ramadan tetap mengacu pada keputusan Menteri Agama.

Berdasarkan data pengamatan di Padang, matahari terbenam pukul 18.36.41 WIB. Tinggi hilal tercatat minus 0 derajat 58,79 menit dengan sudut elongasi 0 derajat 58,24 menit di sebelah selatan bawah matahari. Saat matahari terbenam, posisi hilal berada dalam keadaan telungkup.

Hilal tercatat terbenam pukul 18.33.22 WIB. Lama hilal di atas ufuk tercatat nol menit. Data tersebut menjadi bagian dari laporan hasil pemantauan daerah.

Mustafa mengajak masyarakat menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Ia berharap Ramadan menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan ibadah. Masyarakat diminta menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan.


Editor: Risna
Fotografer: Rina