Tunjuk Kota Padang Jadi Tuan Rumah, Mustafa Minta FKDT Perkuat Sinergi

Padang – Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat bersama Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) menyepakati pelaksanaan Porsadin 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Kesepakatan itu dicapai dalam rapat penentuan tuan rumah, Jumat (20/2/2026).

Rapat dihadiri Kakanwil Kemenag Sumbar Mustafa, Kabid Papkis Joben, Kakan Kemenag Kota Padang Edy Oktafiandi, Ketua FKDT Firdaus Gani, serta pengurus dan jajaran bidang Papkis. Dalam pertemuan tersebut, Kota Padang disepakati sebagai tuan rumah Porsadin 2026.

Kakanwil Mustafa menegaskan, meski kegiatan ini belum teranggarkan dalam DIPA, komitmen bersama menjadi kekuatan utama untuk tetap melaksanakannya. “Kalau tidak kita adakan, rasanya patah bana salero. Kehadiran kita hari ini menandakan kita sepakat untuk melaksanakan Persadin 2026,” ujarnya.

Menurut Mustafa, pengalaman tahun ini menjadi pelajaran penting untuk perencanaan ke depan. Ia menekankan perlunya mitigasi sejak dini agar pelaksanaan Porsadin 2028 sudah memiliki kesiapan yang lebih matang, termasuk dalam aspek pembiayaan.

“Dari sekarang kita mulai memitigasi. Untuk 2026 ini kita pikul bersama dengan sinergi. Tidak ada yang berat yang tidak bisa kita pikul bersama,” katanya menegaskan semangat kolektif.

Setelah kesepakatan dicapai, lanjut Mustafa, langkah berikutnya adalah aksi konkret. Koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah, khususnya melalui Biro Kesra, menjadi prioritas untuk memastikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan tersebut.

Ia juga optimistis Pemerintah Kota Padang akan memberikan dukungan. “Melihat kepemimpinan di Kota Padang, kami yakin kegiatan syiar keagamaan seperti ini akan mendapat support,” ujarnya.

Selain komunikasi lintas pemerintah, Kakanwil meminta FKDT dan jajaran Papkis segera merumuskan langkah teknis. Penyusunan SOP, pembagian tugas, serta pembentukan kepanitiaan menjadi agenda mendesak agar gambaran kerja semakin jelas.

“Kita harus tahu siapa mengerjakan apa dan siapa bertanggung jawab atas apa. Karena ini perhelatan besar tingkat provinsi, semuanya harus terstruktur,” tegasnya.

Mustafa juga menyinggung pengalaman pelaksanaan di Pesisir Selatan yang dapat dijadikan patokan dalam penyusunan kebutuhan anggaran. Meski tidak tersedia dalam DIPA Kanwil maupun Kemenag Kota Padang, ia mendorong upaya pencarian dukungan dan donasi dari berbagai pihak.

“Kalau berbicara DIPA, kita sudah paham memang tidak ada. Tinggal bagaimana kita memprediksi dan menggaet dukungan yang bisa membantu pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Di akhir arahannya, Mustafa menyampaikan apresiasi atas komunikasi awal yang telah dilakukan jajaran Papkis, Kemenag Kota Padang, dan FKDT. Ia berharap kebersamaan dan kekompakan menjadi kunci sukses Porsadin 2026.

“Mudah-mudahan niat kita diberkati Allah dan kita diberi kekuatan serta kekompakan untuk menyukseskan Persadin ini,” tutupnya.

Kesepakatan ini menandai dimulainya kerja besar bersama. Di tengah keterbatasan anggaran, semangat kolektif justru menjadi energi utama untuk memastikan Porsadin 2026 tetap terlaksana.

Lebih dari sekadar ajang lomba, Porsadin dipandang sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan syiar, dan silaturahmi antar madrasah diniyah di Sumatera Barat. Karena itu, komitmen yang lahir dalam rapat tersebut menjadi fondasi penting agar setiap langkah ke depan berjalan terarah, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan kebersamaan dan sinergi yang telah disepakati, Porsadin 2026 diharapkan tidak hanya sukses sebagai perhelatan, tetapi juga meninggalkan dampak nyata bagi pendidikan keagamaan di Ranah Minang.


Editor: Risna
Fotografer: Rina