Wirid Perdana, Abrar Munanda Ajak ASN Kemenag Sumbar Menjaga Lingkungan sebagai Amanah Ilahi

Padang, Humas--Wirid mingguan di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menjadi ruang refleksi spiritual bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Wirid perdana ini mengakat tema “Amanah Menjaga Lingkungan.

Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Sumbar diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Edison, Kepala Bidang Penais Zawa, Abrar Munanda sekaligus penceramah, yang mengajak jemaah memaknai amanah secara lebih luas dan mendalam serta ASN.

Dalam tausiyahnya, Abrar Munanda menegaskan bahwa amanah tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan, kekuasaan, atau tanggung jawab hukum.

"Amanah juga tidak hanya berbicara tentang anak dan keturunan yang harus dididik, ataupun harta yang Allah rezekikan, apakah diperoleh secara halal dan dimanfaatkan sesuai ketentuan syariat," kata Abrar.

Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa amanah mencakup seluruh titipan Allah SWT kepada manusia. Bahkan oksigen yang dihirup, lingkungan yang ditempati, tanah, tumbuhan, dan bumi beserta isinya merupakan amanah Ilahi.

Dalam perspektif kosmik, lanjut Abrar seluruh alam semesta adalah titipan Allah yang harus dijaga oleh manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Abrar menegaskan, ketika amanah hanya dipahami sebatas aspek hukum dan formalitas, maka ia akan kehilangan ruhnya. Kelalaian manusia dalam menjaga amanah ekoteologis, lanjutnya, berkonsekuensi nyata dalam kehidupan.

"Bencana alam seperti banjir dan tanah longsor merupakan “tangisan bumi” akibat kelalaian para khalifahnya," ungkap Abrar

Pandangan tersebut diperkuat dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 30 tentang penetapan manusia sebagai khalifah di bumi serta QS. Ar-Rum ayat 41 yang menggambarkan kerusakan di darat dan laut akibat perbuatan manusia.

Ia juga mengajak jemaah untuk menumbuhkan empati terhadap para korban bencana, yang umumnya berasal dari kelompok paling rentan. Mereka menghadapi berbagai tekanan, mulai dari terputusnya akses komunikasi, kehilangan tempat tinggal, tekanan psikologis, hingga ancaman wabah penyakit dan beban ekonomi keluarga.

“Amanah adalah asas kehidupan,” tegas Abrar, seraya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 yang menempatkan amanah sebagai prinsip fundamental dalam kehidupan. Ketika amanah dibaca dalam horizon kekhalifahan dan ekologi, maka bumi tidak lagi dipandang sebagai ruang eksploitasi, melainkan sebagai ruang ibadah.

"Menjaga lingkungan berarti menunaikan amanah, mengaktualisasikan peran kekhalifahan, dan menghidupkan fiqih sosial yang berpihak pada keberlanjutan," tutup Abrar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Edison, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh ASN dalam wirid perdana tersebut.

Menurutnya, kehadiran para ASN bukan sekadar memenuhi agenda, melainkan lahir dari ghirah dan panggilan nurani untuk menghadirkan spiritualitas dalam ruang kerja. “Ini adalah semangat dari hati kita untuk hadir, belajar, dan memperbaiki diri bersama,” ujarnya.

Edison berharap kegiatan wirid mingguan ini dapat terus berlanjut dan menjadi tradisi spiritual di lingkungan Kanwil Kemenag Sumbar. Ia menilai kajian yang disampaikan telah menggugah kesadaran bersama bahwa sedekah dan santunan tidak harus menunggu kondisi paripurna.

“Kebaikan tidak menunggu kita sempurna. Justru dari keterbatasan itulah nilai keikhlasan lahir,” ungkapnya.

Ia juga mengajak ASN untuk membiasakan diri memperkuat ibadah harian, khususnya memaknai Jumat sebagai hari spiritual. “Biasakan ibadah di masjid, melaksanakan salat Dhuha, dan menjadikan Jumat sebagai momentum meningkatkan kualitas spiritualitas kita,” pesannya.

Lebih lanjut, Edison mengingatkan pentingnya memulai setiap aktivitas kerja dengan tilawah Al-Qur’an. Menurutnya, membaca Al-Qur’an hendaknya dijadikan sebagai kebutuhan dan kesenangan, bukan sebagai beban atau paksaan.

“Awali aktivitas dengan Al-Qur’an, jadikan ia teman dalam bekerja. Ketika Al-Qur’an hadir dengan rasa senang, insya Allah kerja kita pun akan lebih bernilai,” tutupnya.


Editor: Risna
Fotografer: -